Thursday, December 27, 2007

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN

JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN


Baru-baru ini Ahmadiyah kembali menjadi berita. Berbagai media massa menjadikan kasus yang menimpa Ahmadiyah menjadi bahan informasi mereka. Mulai dari yang isinya miring, lurus hingga yang berkelok-kelok, hampir semuanya ada.
Terlepas dari betapa penderitaan para pengikut "aliran sesat" itu akibat keaniayaan yang mereka alami, beberapa kalangan malah menganggap pemberitaan media yang hanya sekedarnya itu sebagai sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Ada juga yang menyatakan secara langsung bahwa apa yang dialami oleh Ahmadiyah adalah wajar dan tidak salah. PKS malah secara jelas menyatakan bahwa jalan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan membubarkan Ahmadiyah. Sedangkan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) mengeluarkan pernyataan resmi dalam situs mereka mengenai kasus Ahmadiyah ini dengan isi yang sangat vulgar menentang segala kecaman terhadap aksi dan mendukung segala bentuk penentangan terhadap Ahmadiyah.
Sedih nian nasib para pengikut ahmadiyah. Sudah dianiaya malah disalahkan juga, sudah jatuh tertimpa tangga. Bukannya mendapat belaian kasih sayang sebagai pengobat luka, malah caci dan umpat yang didapat, ibarat seorang anak yang dianaktiri-kan oleh bapaknya.



Beberapa Pertanyaan Kritis
Begitu besarnya hasrat orang-orang itu untuk membuat Ahmadiyah bubar. Seolah bahwa dengan bubarnya ahmadiyah segalanya akan beres. Korupsi, Kemiskinan, Musibah, Bencana dan semua persoalan bangsa lainnya adalah bersumber dari ahmadiyah, sehingga jikalau ahmadiyah dibubarkan, semuanya beres!! Apakah begitu??
Jika tidak, mengapa anda begitu berhasrat agar ahmadiyah dibubarkan?? Ada apa dibalik semua itu? 'Proyek' apa yang sedang kalian pegang hingga demi itu kalian tega mengabaikan rasa kemanusiaan??
Jika memang Ahmadiyah itu begitu melukai hati umat Islam Indonesia, mengapa baru sekarang ahmadiyah diusik? Mengapa tidak sejak 75 tahun yang lalu?? Sejarah membuktikan bahwa mulai timbulnya kegelisahan masyarakat menyangkut masalah Ahamadiyah adalah justru dimulai ketika MUI mulai berfatwa. Sebelum itu, empat puluhan tahun Ahmadiyah hidup rukun, aman, damai dengan segala lapisan masyarakat dimana pun mereka berada.
Lalu jika seandainya Ahmadiyah dibubarkan... apakah kekerasan benar-benar akan berakhir?? Apakah benar itu akan menuntaskan permasalahan Ahmadiyah? Apakah itu akan dapat memupuskan kebencian dan kedengkian orang yang tidak suka dengan Ahmadiyah? Apakah nanti tidak justru akan terjadi sebaliknya, bahwa masa yang brutal semakin menjadi-jadi karena seperti mendapat angin yang lebih kencang untuk maju memberangus warga Ahmadiyah?
Yang ada justru akan menimbulkan serangkaian tindakan kekerasan yang lainnya, baik kepada pengikut Ahmadiyah maupun aliran lain yang dianggap sesat.

Bersikap Bijak: Kenali Musuh Anda
Sekarang ini kondisi umat islam bagai dalam kebingungan. Coba anda layangkan pandangan lebih luas. Tidak semua tokoh Islam di Indonesia dan masyarakat islam di Indonesia membenci Ahmadiyah. Kurang tepat sebenarnya bila pihak penentang Ahmadiyah mengatasnamakan dirinya sebagai mewakili Umat Islam Indonesia. Sebagai contoh sebut saja Cipasung. Pesantren besar basis Nahdiyyin ini hidup rukun dan berdampingan dengan Ahmadiyah selama bertahun-tahun di Singaparna, Tasikmalaya. Atau tanpa menyebut secara detail, kita juga bisa sebutkan disini bagaimana sikap NU dalam pernyataan resminya tentang kasus Ahmadiyah. Belum lagi masyarakat yang anti kekerasan, cinta kedamaian dan kerukunan hidup beragama, baik yang beragama islam maupun tidak. Rasanya jumlah mereka pun tidak kalah banyak dengan masyarakat yang benar-benar anti dengan Ahmadiyah. Silahkan buat pooling yang jujur dan tanyakan apakah anda setuju dengan tindakan kekerasan terhadap ahmadiyah? Janganlah dulu dibawa-bawa masalah akidah.
Saya yakin akan lebih dari 50% masyarakat tidak setuju atau menentang aksi tersebut. Indikatornya sangat jelas, meskipun tanpa pooling seharusnya kita sudah tahu hasilnya. Coba perhatikan oleh anda, berapa banyak masa nahdiyyin atau pencinta Gusdur di Indonesia?? Jawabannya sangat jelas, banyak sekali. Ini artinya banyak sekali orang yang mengikuti cara pandang NU dengan Gusdur-nya. Belum lagi kita menyebut kaum Muhamadiyah yang juga terkenal cukup moderat dengan massa yang tidak kalah banyak.
Jadi, apakah benar bahwa akidah Ahmadiyah ini telah melukai perasaan umat islam Indonesia?? Lalu umat islam yang mana? Sikap kaum nahdiyyin – yang sekarang ini masih menjadi mainstreem – jelas tidak menunjukkan seperti itu. Simak saja pernyataan ketua PBNU Masdar F. Mas'udi (Indo.pos, Rabu 26/12/07). Begitu pula dengan Muhammadiyah.
Lalu siapa sebenarnya yang ingin ahmadiyah dibubarkan dan menganggap itu sebagai solusi jitu? Yang jelas tentu bukan mayoritas umat islam Indonesia seperti yang tercermin dalam hampir semua pemberitaan media massa selama ini. Bahkan sekarang menjadi wajar bila kita mulai berpikir jangan-jangan hanya mitos saja bahwa umat islam Indonesia ingin ahmadiyah dibubarkan.
Celakanya adalah bila ternyata hal ini sudah merupakan kesengajaan atau rekayasa dari suatu kepentingan. Jika tidak, sekarang ini tentu ahmadiyah dan juga warganya seharusnya sudah mendapatkan hak-hak nya sebagai warga negara dengan sewajarnya seperti halnya juga kelompok-kelompok yang lain.
Pertanyaan selanjutnya adalah untuk kita renungkan, Apakah kita masih menganggap ahmadiyah harus dibubarkan sebagai satu-satunya solusi? Atau kita sepakat dengan para nahdiyyin dengan fahamnya yang sangat moderat tentang ahmadiyah? Untuk yang satu ini, saya sendiri memilih yang mayoritas yaitu kaum Nahdiyyin. Bagaimana dengan anda..??
Siapa sebenarnya yang harus diwaspadai? Orang ahmadiyah yang selama ini selalu menjadi korban? Ataukah kelompok-kelompok garis keras yang dengan terus-terang ingin menjadikan negara ini menjadi negara islam? Padahal kita tahu bagaimana nasib mayoritas negara-negara islam yang sudah ada. Negara islam yang mana yang mau dijadikan model?? Mau kemana nasib bangsa ini dibawa oleh mereka jika sekiranya mereka nanti yang berkuasa.
Sudah saatnya kita jeli dalam menentukan sikap. Jangan sampai salah menetukan keputusan. Kenalilah musuh dengan baik. Jangan sampai kita salah membuang amunisi kita untuk sasaran yang tidak jelas. Salah-salah teman sendiri bisa jadi korban.
Buka mata buka pikiran, jadilah orang yang lebih bijak dan cermat.

Tuesday, December 25, 2007

dari detikcom

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 12/tgl/25/ time/145529/ idnews/870509/ idkanal/10

25/12/2007 14:55 WIB
Ba'asyir: Bubarkan Ahmadiyah!
Ramdhan Muhaimin - detikcom

Jakarta - Pemerintah diminta bersikap tegas membubarkan organisasi
Ahmadiyah, karena dinilai telah merusak Islam lewat ajaran-ajarannya.
Bila tidak, masyarakat akan semakin membabi buta lewat perusakan rumah
ibadah milik organisasi tersebut.

"Ahmadiyah itu sesat. Itu harus dibubarkan. Karena itu merusak Islam,"
kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir, usai
tabligh akbar di Masjid Baituraahman, Jl Kampung Pulo, Pinang Ranti,
Makassar, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2007) .

Menurut Ba'asyir, tekanan dan kekerasan itu dinilai belum cukup untuk
menggusur Ahmadiyah jika pemerintah belum membubarkan organisasi
tersebut. Warga akan semakin emosional karena tiadanya sikap tegas
pemerintah.

"Pemerintah harus membubarkan, atau warga bertindak sendiri-sendiri, "
seloroh ulama yang sempat dituding sebagai teroris itu.

Disinggung soal tabligh akbar yang ia lakukan bertepatan di hari
Natal, ia mengelak berkomentar. Hanya saja ia menegaskan kembali umat
Muslim dilarang memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani.

"Ucapan Natal tidak boleh. Juga tidak boleh mengganggu perayaan
mereka. Kita bisa menghormati keyakinan masing-masing tapi jangan
ucapkan Natal," tegas Baasyir. ( Ari / fay )

__._,_.___

Dimana batas kemanusiaan.... ??

Koran Tempo – Rabu, 19 Desember 2007
Jemaah Ahmadiyah Kembali diserang


Kuningan – Tindakan kekerasn kembali dialami oleh jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Massa yang menamakan diri Koalisi Muslim Kabupaten Kuningan (Kompak) kemarin menyerbu rumah dan tempat ibadah mereka. Sedikitnya 14 rumah dan dua musala milik jemaah Ahmadiyah rusak dalam insiden ini. Hingga kemarin siang, empat penyerang cedera akibat bentrokan dengan jemaah Ahmadiyah yang melawan.
"Jemaah Ahmadiyah memiliki tujuh rumah ibadah di Manis Lor ini," tutur Miftah Hidayat, seorang perwakilan dari Kompak, "Sedangkan yang disegel saat itu baru tiga buah saja."
Karena itu, ia melanjutkan, massa meminta agar seluruh mesjid milik jemaah Ahmadiyah disegel dan para penganut Ahmadiyah kembali ke syariat agama Islam yang benar.
Seperti diketahui, pada Rabu pekan lalu, tiga rumah ibadah milik warga penganut Ahmadiyah telah disegel Pemerintah Kabupaten Kuningan. Penyegelan dilakukan karena mereka dianggap melanggar Surat Keputusan Bersama antara Bupati Kuningan, dan Kepala Departemen Agama Kuningan pada 2004, yang melarang seluruh keegiatan jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan.
Aksi penyerangan kemarin dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, tak lama kemudian aksi tersebut sempat terhenti ketika aparat kepolisian dari Brigade Mobil melemparkan dua gas air mata. Para penyerbu kemudian menggelar salat zuhur berjamaah.
Seusai salat, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka memasuki jalan-jalan tikus atau jalan-jalan kecil di samping rumah penduduk. Mereka kemudian melakukan perusakan terhadap sedikitnya 14 rumah milik jemaah Ahmadiyah. Massa juga membakar karpet yang ada di musala Al-Hidayah. Kubah mesjid diambil dan dirusak. Sedangkan di musala At-Taqwa, massa merusak dan mengambil pengeras suara.
Tidak terima dengan semua itu, jemaah Ahmadiyah pun melakukan perlawanan. Tercatat empat penyerang terluka terkena bacokan. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kuningan dan Rumah Sakit Wijaya.
Camat Jalaksana Maman Hermansyah menyatakan telah terjadi kesepakatan lagi, yang antara lain berisi penyerangan dihentikan dan jemaah Ahmadiyah diberi waktu sepekan untuk tidak menggunakan mesjid yang telah disegel untuk ibadah. "Jika memang masih digunakan, ormas Islam dipersilahkan untuk merusak rumah ibadah tersebut," tutur Maman.
Tokoh Ahmadiyah Desa Manis Lor, Kulman, saat ditemui sebelum penyerangan, membantah jika dikatakan mesjid yang disegel itu digunakan lagi untuk beibadah. Bahkan ia memohon agar jemaah Ahmadiyah tak diserang lagi. "Kok kami mau beribadah saja susah sekali. Mesjid disegel, diteror tiap malam dan pagi."

* IVANSYAH

Sifat Al-Hakim Allah Swt (II)


===============================
Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
21 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK

===============================

Huzur menyampaikan Khutbah Jumah tentang sifat Al Hakim Allah Swt berdasarkan ayat 130 Surah Al Baqarah, yang terjemahannya sebagai berikut:

'And our Lord, raise among them a Messenger from among themselves, who may recite to them Thy Signs and teach them the Book and Wisdom and may purify them; surely, Thou art the Mighty, the Wise.' (2:130)

Huzur bersabda, beliau telah menyinggung ayat ini pada Khutbah Id (Idul Adha) kemarin, berkaitan dengan semangat pengorbanan yang tinggi dari Hadhrat Ibrahim a.s., yang telah memanjatkan doa ini kepada Allah, dalam upaya memohon agar Allah Swt memberi karunia seorang nabi besar, dari antara anak cucu keturunan beliau a.s.


Manifestasi Sifat Al-Hakim Allah Swt.

----------------------------------
Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
14 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK

----------------------------------

Huzur memfokuskan Khutbah Jumah beliau hari ini kepada masalah perwujudan sifat Al Hakim Allah Swt pada diri Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw adalah wujud yang paling paripurna dalam mewujudkan berbagai sifat Allah. Beliau-lah pribadi yang telah berhasil menanamkan berbagai sifat Allah disertai dengan contoh nyata pelaksanaannya.


Monday, December 17, 2007

dari Manislor (pics inculded)



Radar Cirebon – 15 Desember 2007
GERAH TETAP NGOTOT DENGAN PENDIRIANNYA
KUNINGAN – Penyegelan tempat ibadah warga Ahmadiyah di desa Manislor, Jalaksana ternyata tidak membuat komponen umat Islam Kuningan puas. Mereka tetap bersikukuh untuk melakukan pembongkaran terhadap seluruh tempat ibadah warga Ahmadiyah.


Ketua Gerakan Anti Ahmadiyah (Gerah) Kuningan, H Moch Nasrudin menegaskan, meski Pemkab Kuningan telah menyegel tiga tempat ibadah, upaya komponen umat Islam akan jalan terus. Targetnya, kata dia, adalah membongkar seluruh tempat ibadah warga Ahmadiyah.
"Komponen muslim bakal jalan terus sampai targetnya tercapai yakni pembongkaran. Terlepas apakah Pemkab sendiri yang melakukannya ataukah oleh kita. Ahmadiyah harus dimusnahkan kerena sudah dinyatakan MUI dalam fatwanya sebagai aliran sesat dan menyesatkan," jelas Moch Nasrudin kepada Radar, kemarin (14/12).
Menyikapi surat pernyataan antara Satpol PP dengan pihak Ahmadiyah yang berbunyi akan menurunkan spanduk seruan jihad, dia mengatakan, itu merupakan kesalahan satpol PP. Sebab, spanduk tersebut punya komponen umat Islam bukan lantas dijaminkan satpol PP ke Ahmadiyah melalui surat pernyataan.
Di tempat terpisah, ketua MUI Kuningan, KH Hafidzin Ahmad menyatakan, soal penyegelan itu sebetulnya telah dilakukan beberapa tahun silam. Karena segel tersebut dibuka kembali oleh warga Ahmadiyah, maka umat Islam meminta dilakukan kembali. (ded)



====================================================================


Ini beberapa photo hasil dokumentasi lapangan seorang kru mta indonesia..
Secara acak mulai dari atas:

  • Anak-anak sedang menjaga sekolah mereka di Manislor agar tidak dibongkar.
  • Pa Ketua berusaha memberi pengertian kepada ibu-ibu agar memberi jalan kepada satpol PP yang akan menjalankan tugasnya..
  • Ibu-ibu bersedih ketika pada akhirnya mesjid mereka harus disegel kembali.
  • Mesjid Alhidayah-pun dsiegel.
  • Giliran Mesjid Attaqwa tak ketinggalan.



Thursday, December 13, 2007

Khutbah Huzur V Atba, 7 Des 2007

Sifat Al-Hakim Allah Swt.

Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba

7 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK

Huzur menerangkan sifat Al Hakim (The Wise, Maha Bijaksana) Allah Swt pada Khutbah Jumah beliau ini. Huzur bersabda, beliau telah menyampaikan Khutbah pada beberapa kali Jumah lalu yang berkaitan dengan sifat Al Aziz (Maha Gagah Perkasa), bahwa separuh dari semua ayat Alquran yang mengemukakan sifat Al Aziz senantiasa terkait dengan sifat Al Hakim. Oleh karena itu, manakala membahas sifat Al Aziz, sifat Al Hakim pun sedikit-banyak sudah termasuk.

Menurut kamus Arab lexicon, Al Hakim adalah Wujud yang memiliki hikmah kebijaksanaan, yang mengandung arti bermaksud ke arah yang paling afdhol, didasari ilmu-Nya yang terbaik, baik dari segi penciptaannya, sifat-sifatnya maupun statusnya, dlsb..

Di dalam sebuah Hadith, Alqur'an pun disebut Hakim (Yang Mengadili); artinya, Kitab yang memutuskan. Akan tetapi dikarenakan taqwa (mutaqin) adalah prasyarat untuk memahami petunjuk di dalamnya, maka orang yang mencari hikmah petunjuk di dalam Alquran perlu memiliki sifat "hakim".

Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, ada perbedaan yang sangat besar dalam mencari ilmu lahiriah dengan ilmu Alquran. Karena faktor taqwa tidak dipentingkan dalam mencari ilmu duniawi; Tak perlu pula memeriksa ucapan dan perbuatan diri apakah sudah selaras dengan perintah Allah atau tidak, dalam mencari ilmu duniawi. Sehingga, semakin mereka menguasai ilmu duniawi, boleh jadi semakin atheis-lah mereka. Tengoklah Eropa dan Amerika yang telah banyak menghasilkan berbagai penemuan baru dalam pengetahuan duniawi; namun keadaan rohani mereka sungguh rapuh. Sebaliknya, untuk mencari ilmu agama, manusia dituntut untuk memilki sikap tawadhu (rendah hati). Alqur'an adalah Kitabullah, yang ilmu hikmahnya berada di tangan Allah. Dan taqwa adalah tangga untuk dapat meraih ilmu-Nya ini. Nyata kini, dunia terus bergelimang pada pengetahuan duniawi yang dicirikan dengan adanya berbagai penemuan baru yang mencengangkan bagi kehidupan modern. Sementara kaum Muslim yang terpaku pada ilmu tarekat mereka yang kolot, terjebak ke dalam polemik masalah grammatika dan cara pengucapan beberapa ayat Quran tertentu.

Hadhrat Imam Raghib mendefinisikan Hikmah' atau kebijaksanaan dengan: 'mencapai tahap kebenaran melalui ilmu dan akal. Dan penerapannya yang berkaitan dengan Allah, adalah penelaahan mendalam mengenai hakekat wujud-Nya, sesuai pemahaman orang per-orang. Manakala Allah dirujuk kepada kata hakim, tidak serta merta sama demikian artinya secara harfiah. Melainkan sebagaimana yang tercantum di dalam Surah Al Tin,

(..alaysallaahu bi ahkamil haakimiin..),

yakni jauh lebih mulia, ialah 'Tidakkah Allah adalah Hakim Yang Maha Adil ?', (95:9).


Hadhrat Muslih Mau'ud r.a. bersabda, salah satu arti kata Hakim adalah 'berpengetahuan (sarjana)'; Arti lainnya adalah adil/bijaksana. Yakni, orang yang melaksanakan segala pekerjaannya dengan sempurna. Tak ada yang mampu mengacaunya.

Membacakan ayat 31 hingga 33 Surah Al Baqarah, Huzur menerangkan, ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa para malaikat mengakui imu mereka hanya apa yang diajarkan Allah saja; tak dapat melampaui-Nya, karena hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana. Mereka menyadari, pertanyaan yang mereka ajukan sehubungan dengan rencana Tuhan akan menjadikan khalifah di muka bumi hanya akan menimbulkan keonaran. Huzur bersabda, mengamati berbagai peristiwa di dunia saat ini, pertanyaan para malaikat tersebut ada benarnya sesuai pandangan mereka. Akan tetapi, naudzubillah, pengetahuan mereka bukan berarti melebihi Allah. Karena Allah kemudian menukas, bahwa wakil/khalifah-Nya di bumi bukanlah penyebab kekacauan tersebut. Tanggung jawab terjadinya pertumpahan darah di kalangan manusia yang dirisaukan para malaikat, tidak berada di pihak Adam. Melainkan pengaruh luar atau kesalahan yang berada di dalam diri manusia itu sendiri. Seorang Khalifatullah hanya mengajarkan amar ma'ruf. Tetapi pengaruh buruk dari luar ataupun dari dalam diri manusia-lah yang menyebabkan timbulnya pertikaian. Semua rasul Allah harus menghadapi tantangan yang sama. Karena Adam adalah wakil Tuhan di muka bumi, meskipun keonaran timbul, berbagai karunia sifat Allah pun ada besertanya.

Adam pun menyatakan bahwa orang yang mutaqin tak mungkin ada jika tanpa ujian keburukan. Skenario ini menyajikan adanya pilihan kepada kebaikan atau keburukan; suatu kemampuan yang tak diberikan kepada malaikat. Kemudian Huzur mengutip sebuah syair Urdu, yang artinya: "Lebih afdhol jadi insan daripada malaikat; namun diperlukan usaha yang gigih"

Huzur bersabda, para malaikat berseru pada setiap rasul Allah diutus, bahwa ilmu mereka terbatas, sedangkan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Huzur bersabda, mereka yang kini pun mengajukan berbagai keberatan dan menolak fakta yang sudah nyata, bahwa Allah telah mengutus seorang hamba pilihan-Nya pada setiap abad untuk menebar amar ma'ruf, pada hakekatnya mereka itu berkeberatan terhadap Sunatullah yang sudah berlangsung sejak dahulu kala.

Huzur bersabda, jika ayat-ayat Quran ini ditelaah lebih mendalam, maka orang akan menyadari, kaum malaikat memiliki ilmu yang terbatas, sedangkan manusia dapat meningkat terus sesuai dengan kapasitas yang Allah berikan.

Menerangkan lebih lanjut topik pembahasan, Huzur bersabda, seseorang yang telah memperoleh ilmu dan hikmah dari Allah Swt, adalah hakim, meskipun ia tak sekuat seperti yang dibayangkan pandangan duniawi. Manusia tak dapat mencapai ilmu ma'rifat yang sempurna sebagaimana Allah Swt. Inilah yang membedakan sifat Allah dengan sifat manusia.

Membacakan ayat 261 Surah Al Baqarah, Huzur bersabda, para mufasirin pada umumnya menafsirkan ayat ini secara harfiah. Sedangkan Hadhrat Muslih Maud r.a. menerangkan, ketika Hadhrat Ibrahim a.s. bertanya kepada Allah mengenai 'menghidupkan yang mati', Allah berfirman kepada beliau: 'Ambillah 4 (empat) ekor burung, lalu jinakanlah mereka"; Hal ini mengandung arti: Didiklah dengan akhlakul karimah ke-empat anak cucu beliau, yakni Ismail, Ishak, Jakub dan Jusuf. Dua di antara mereka (Ismail dan Ishak) mendapat didikan langsung dari Hadhrat Ibrahim a.s., sedangkan dua lainnya secara tidak langsung. Adapun bukit di dalam ayat ini merujuk kepada tingkatan rohani yang tinggi. Tambahan lagi, ayat ini pun mengandung hikmah, 'Kebangunan Rohani" akan terjadi dalam 4 (empat) masa. Yakni, Pertama, melalui seruan Nabi Musa a.s.; Kedua, melalui kedatangan Isa a.s.; Ketiga, dengan diutusnya Rasulullah Muhammad Saw; dan Ke-empat adalah dengan diutusnya Hadhrat Masih Mau'ud a.s. beserta dengan jamaahnya, Jemaat Ahmadiyah, yang niscaya akan membuat Hadhrat Ibrahim a.s bersuka-cita. Karena inilah gambaran perwujudan sifat Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Maka semua ini menempatkan kita ke dalam suatu tanggung jawab besar untuk senantiasa lekat dengan ajaran mulia ini, yang dapat dicapai dengan cara menjalani hidup taqwa. Sehingga kita menjadi saksi adanya kehidupan rohani setelah mengalami kematian.


Membacakan ayat 115 Surah Al An'am (6:115) Huzur bersabda, adalah harus menjadi tanggung jawab beban setiap orang yang beriman, tak peduli penderitaan apapun yang mereka alami. Kita tidak memerlukan bantuan duniawi dari seorang pun, karena Allah adalah Hakim yang paling afdhol; Maha Bijaksana. Yang telah memberikan pesan tabligh yang sempurna kepada kita. Oleh karena itu, jika keputusan makruf Allah berada di pihak kita, maka kita tak peduli apakah sesuatu pemerintahan atau badan legislatif mereka akan memaksakan sesuatu undang-undang yang buruk. Sebaliknya, apabila Tuhan kita telah memutuskan sesuatu yang baik bagi kita, maka kita pun tidak memerlukan suatu penengah kekuatan duniawi (arbitrator).

Kini, kita semakin haqul-yaqin, bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani adalah Imam Mahdi yang sejati – Kitabullah sudah menegaskan, bahwa Al-Masih Akhir Zaman akan berasal dari kalangan ummah [Islam]; maka apa haknya sesuatu badan legislatif suatu pemerintahan ingin menyamai dekrit Allah Taala, Hakim Yang Terbaik ? Sesungguhnya, berbagai macam penderitaan kita-lah yang akan sirna, tergantikan oleh kemenangan yang nyata. Kita tak peduli dengan berbagai fatwa mereka yang mubazir, yang hanya mejauhkan manusia dari jalan taqwa. Allah adalah sungguh Hakim Yang Maha Adil, yang berdasarkan keputusann-Nya, kita yakin dengan seyakin-yakinnya kepada segala amanat yang dibawa oleh Hadhrat Rasulullah Saw; yang akan terus berlangsung hingga hari kiamat.

Huzur bersabda, akhir-akhir ini MTA (Muslim Television Ahmadiyya) terus menerus menyiarkan seri tayangan perbincangan dengan Maulana Dost Muhammad Syahid Sahib, ahli sejarah Ahmadiyah, yang mengupas berbagai fakta dibalik Peristiwa 1974 di Pakistan. Senyatanya, mereka pihak lawan tidak memiliki dasar [untuk mengajukan keberatan terhadap Islam Ahmadiyah]. Mereka tidak dapat menjawab, dan selamanya tidak akan mampu.

InshaAllah, hanya Jemaat Ahmadiyah-lah yang senantiasa berjalan menapaki 'shiratal-mustaqim', yang akan menjadi saksi nyata perwujudan berbagai sifat Allah Swt, yang akan terus menyebar ke seluruh dunia. Amin !

transltByMMA/LA121207; Edited byMP.BudiR/MarkazJAI

Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.