Berjuang membersihkan nama Islam dari coreng moreng kekejian dan kedangkalan ilmu para pelaku kekerasan dan kekejaman tanpa nurani yang diatasnamakan sebagai "JIHAD"
Thursday, December 27, 2007
JIKA SEANDAINYA AHMADIYAH DIBUBARKAN
Tuesday, December 25, 2007
dari detikcom
25/12/2007 14:55 WIB
Ba'asyir: Bubarkan Ahmadiyah!
Ramdhan Muhaimin - detikcom
Jakarta - Pemerintah diminta bersikap tegas membubarkan organisasi
Ahmadiyah, karena dinilai telah merusak Islam lewat ajaran-ajarannya.
Bila tidak, masyarakat akan semakin membabi buta lewat perusakan rumah
ibadah milik organisasi tersebut.
"Ahmadiyah itu sesat. Itu harus dibubarkan. Karena itu merusak Islam,"
kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir, usai
tabligh akbar di Masjid Baituraahman, Jl Kampung Pulo, Pinang Ranti,
Makassar, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2007) .
Menurut Ba'asyir, tekanan dan kekerasan itu dinilai belum cukup untuk
menggusur Ahmadiyah jika pemerintah belum membubarkan organisasi
tersebut. Warga akan semakin emosional karena tiadanya sikap tegas
pemerintah.
"Pemerintah harus membubarkan, atau warga bertindak sendiri-sendiri, "
seloroh ulama yang sempat dituding sebagai teroris itu.
Disinggung soal tabligh akbar yang ia lakukan bertepatan di hari
Natal, ia mengelak berkomentar. Hanya saja ia menegaskan kembali umat
Muslim dilarang memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani.
"Ucapan Natal tidak boleh. Juga tidak boleh mengganggu perayaan
mereka. Kita bisa menghormati keyakinan masing-masing tapi jangan
ucapkan Natal," tegas Baasyir. ( Ari / fay )
__._,_.___
Dimana batas kemanusiaan.... ??
Sifat Al-Hakim Allah Swt (II)

===============================
Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
21 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK
===============================
Huzur menyampaikan Khutbah Jumah tentang sifat Al Hakim Allah Swt berdasarkan ayat 130 Surah Al Baqarah, yang terjemahannya sebagai berikut:
'And our Lord, raise among them a Messenger from among themselves, who may recite to them Thy Signs and teach them the Book and Wisdom and may purify them; surely, Thou art the Mighty, the Wise.' (2:130)
Huzur bersabda, beliau telah menyinggung ayat ini pada Khutbah Id (Idul Adha) kemarin, berkaitan dengan semangat pengorbanan yang tinggi dari Hadhrat Ibrahim a.s., yang telah memanjatkan doa ini kepada Allah, dalam upaya memohon agar Allah Swt memberi karunia seorang nabi besar, dari antara anak cucu keturunan beliau a.s.
Manifestasi Sifat Al-Hakim Allah Swt.
----------------------------------Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
14 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK
----------------------------------
Huzur memfokuskan Khutbah Jumah beliau hari ini kepada masalah perwujudan sifat Al Hakim Allah Swt pada diri Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw adalah wujud yang paling paripurna dalam mewujudkan berbagai sifat Allah. Beliau-lah pribadi yang telah berhasil menanamkan berbagai sifat Allah disertai dengan contoh nyata pelaksanaannya.
Monday, December 17, 2007
dari Manislor (pics inculded)
Ini beberapa photo hasil dokumentasi lapangan seorang kru mta indonesia..
- Anak-anak sedang menjaga sekolah mereka di Manislor agar tidak dibongkar.
- Pa Ketua berusaha memberi pengertian kepada ibu-ibu agar memberi jalan kepada satpol PP yang akan menjalankan tugasnya..
- Ibu-ibu bersedih ketika pada akhirnya mesjid mereka harus disegel kembali.
- Mesjid Alhidayah-pun dsiegel.
- Giliran Mesjid Attaqwa tak ketinggalan.
Thursday, December 13, 2007
Khutbah Huzur V Atba, 7 Des 2007
Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
7 Desember 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK
Huzur menerangkan sifat Al Hakim (The Wise, Maha Bijaksana) Allah Swt pada Khutbah Jumah beliau ini. Huzur bersabda, beliau telah menyampaikan Khutbah pada beberapa kali Jumah lalu yang berkaitan dengan sifat Al Aziz (Maha Gagah Perkasa), bahwa separuh dari semua ayat Alquran yang mengemukakan sifat Al Aziz senantiasa terkait dengan sifat Al Hakim. Oleh karena itu, manakala membahas sifat Al Aziz, sifat Al Hakim pun sedikit-banyak sudah termasuk.
Menurut kamus Arab lexicon, Al Hakim adalah Wujud yang memiliki hikmah kebijaksanaan, yang mengandung arti bermaksud ke arah yang paling afdhol, didasari ilmu-Nya yang terbaik, baik dari segi penciptaannya, sifat-sifatnya maupun statusnya, dlsb..
Di dalam sebuah Hadith, Alqur'an pun disebut Hakim (Yang Mengadili); artinya, Kitab yang memutuskan. Akan tetapi dikarenakan taqwa (mutaqin) adalah prasyarat untuk memahami petunjuk di dalamnya, maka orang yang mencari hikmah petunjuk di dalam Alquran perlu memiliki sifat "hakim".
Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, ada perbedaan yang sangat besar dalam mencari ilmu lahiriah dengan ilmu Alquran. Karena faktor taqwa tidak dipentingkan dalam mencari ilmu duniawi; Tak perlu pula memeriksa ucapan dan perbuatan diri apakah sudah selaras dengan perintah Allah atau tidak, dalam mencari ilmu duniawi. Sehingga, semakin mereka menguasai ilmu duniawi, boleh jadi semakin atheis-lah mereka. Tengoklah Eropa dan Amerika yang telah banyak menghasilkan berbagai penemuan baru dalam pengetahuan duniawi; namun keadaan rohani mereka sungguh rapuh. Sebaliknya, untuk mencari ilmu agama, manusia dituntut untuk memilki sikap tawadhu (rendah hati). Alqur'an adalah Kitabullah, yang ilmu hikmahnya berada di tangan Allah. Dan taqwa adalah tangga untuk dapat meraih ilmu-Nya ini. Nyata kini, dunia terus bergelimang pada pengetahuan duniawi yang dicirikan dengan adanya berbagai penemuan baru yang mencengangkan bagi kehidupan modern. Sementara kaum Muslim yang terpaku pada ilmu tarekat mereka yang kolot, terjebak ke dalam polemik masalah grammatika dan cara pengucapan beberapa ayat Quran tertentu.
Hadhrat Imam Raghib mendefinisikan Hikmah' atau kebijaksanaan dengan: 'mencapai tahap kebenaran melalui ilmu dan akal. Dan penerapannya yang berkaitan dengan Allah, adalah penelaahan mendalam mengenai hakekat wujud-Nya, sesuai pemahaman orang per-orang. Manakala Allah dirujuk kepada kata hakim, tidak serta merta sama demikian artinya secara harfiah. Melainkan sebagaimana yang tercantum di dalam Surah Al Tin,
(..alaysallaahu bi ahkamil haakimiin..),
yakni jauh lebih mulia, ialah 'Tidakkah Allah adalah Hakim Yang Maha Adil ?', (95:9).
Hadhrat Muslih Mau'ud r.a. bersabda, salah satu arti kata Hakim adalah 'berpengetahuan (sarjana)'; Arti lainnya adalah adil/bijaksana. Yakni, orang yang melaksanakan segala pekerjaannya dengan sempurna. Tak ada yang mampu mengacaunya.
Membacakan ayat 31 hingga 33 Surah Al Baqarah, Huzur menerangkan, ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa para malaikat mengakui imu mereka hanya apa yang diajarkan Allah saja; tak dapat melampaui-Nya, karena hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana. Mereka menyadari, pertanyaan yang mereka ajukan sehubungan dengan rencana Tuhan akan menjadikan khalifah di muka bumi hanya akan menimbulkan keonaran. Huzur bersabda, mengamati berbagai peristiwa di dunia saat ini, pertanyaan para malaikat tersebut ada benarnya sesuai pandangan mereka. Akan tetapi, naudzubillah, pengetahuan mereka bukan berarti melebihi Allah. Karena Allah kemudian menukas, bahwa wakil/khalifah-Nya di bumi bukanlah penyebab kekacauan tersebut. Tanggung jawab terjadinya pertumpahan darah di kalangan manusia yang dirisaukan para malaikat, tidak berada di pihak Adam. Melainkan pengaruh luar atau kesalahan yang berada di dalam diri manusia itu sendiri. Seorang Khalifatullah hanya mengajarkan amar ma'ruf. Tetapi pengaruh buruk dari luar ataupun dari dalam diri manusia-lah yang menyebabkan timbulnya pertikaian. Semua rasul Allah harus menghadapi tantangan yang sama. Karena Adam adalah wakil Tuhan di muka bumi, meskipun keonaran timbul, berbagai karunia sifat Allah pun ada besertanya.
Adam pun menyatakan bahwa orang yang mutaqin tak mungkin ada jika tanpa ujian keburukan. Skenario ini menyajikan adanya pilihan kepada kebaikan atau keburukan; suatu kemampuan yang tak diberikan kepada malaikat. Kemudian Huzur mengutip sebuah syair Urdu, yang artinya: "Lebih afdhol jadi insan daripada malaikat; namun diperlukan usaha yang gigih"
Huzur bersabda, para malaikat berseru pada setiap rasul Allah diutus, bahwa ilmu mereka terbatas, sedangkan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
Huzur bersabda, mereka yang kini pun mengajukan berbagai keberatan dan menolak fakta yang sudah nyata, bahwa Allah telah mengutus seorang hamba pilihan-Nya pada setiap abad untuk menebar amar ma'ruf, pada hakekatnya mereka itu berkeberatan terhadap Sunatullah yang sudah berlangsung sejak dahulu kala.
Huzur bersabda, jika ayat-ayat Quran ini ditelaah lebih mendalam, maka orang akan menyadari, kaum malaikat memiliki ilmu yang terbatas, sedangkan manusia dapat meningkat terus sesuai dengan kapasitas yang Allah berikan.
Menerangkan lebih lanjut topik pembahasan, Huzur bersabda, seseorang yang telah memperoleh ilmu dan hikmah dari Allah Swt, adalah hakim, meskipun ia tak sekuat seperti yang dibayangkan pandangan duniawi. Manusia tak dapat mencapai ilmu ma'rifat yang sempurna sebagaimana Allah Swt. Inilah yang membedakan sifat Allah dengan sifat manusia.
Membacakan ayat 261 Surah Al Baqarah, Huzur bersabda, para mufasirin pada umumnya menafsirkan ayat ini secara harfiah. Sedangkan Hadhrat Muslih Maud r.a. menerangkan, ketika Hadhrat Ibrahim a.s. bertanya kepada Allah mengenai 'menghidupkan yang mati', Allah berfirman kepada beliau: 'Ambillah 4 (empat) ekor burung, lalu jinakanlah mereka"; Hal ini mengandung arti: Didiklah dengan akhlakul karimah ke-empat anak cucu beliau, yakni Ismail, Ishak, Jakub dan Jusuf. Dua di antara mereka (Ismail dan Ishak) mendapat didikan langsung dari Hadhrat Ibrahim a.s., sedangkan dua lainnya secara tidak langsung. Adapun bukit di dalam ayat ini merujuk kepada tingkatan rohani yang tinggi. Tambahan lagi, ayat ini pun mengandung hikmah, 'Kebangunan Rohani" akan terjadi dalam 4 (empat) masa. Yakni, Pertama, melalui seruan Nabi Musa a.s.; Kedua, melalui kedatangan Isa a.s.; Ketiga, dengan diutusnya Rasulullah Muhammad Saw; dan Ke-empat adalah dengan diutusnya Hadhrat Masih Mau'ud a.s. beserta dengan jamaahnya, Jemaat Ahmadiyah, yang niscaya akan membuat Hadhrat Ibrahim a.s bersuka-cita. Karena inilah gambaran perwujudan sifat Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
Maka semua ini menempatkan kita ke dalam suatu tanggung jawab besar untuk senantiasa lekat dengan ajaran mulia ini, yang dapat dicapai dengan cara menjalani hidup taqwa. Sehingga kita menjadi saksi adanya kehidupan rohani setelah mengalami kematian.
Membacakan ayat 115 Surah Al An'am (6:115) Huzur bersabda, adalah harus menjadi tanggung jawab beban setiap orang yang beriman, tak peduli penderitaan apapun yang mereka alami. Kita tidak memerlukan bantuan duniawi dari seorang pun, karena Allah adalah Hakim yang paling afdhol; Maha Bijaksana. Yang telah memberikan pesan tabligh yang sempurna kepada kita. Oleh karena itu, jika keputusan makruf Allah berada di pihak kita, maka kita tak peduli apakah sesuatu pemerintahan atau badan legislatif mereka akan memaksakan sesuatu undang-undang yang buruk. Sebaliknya, apabila Tuhan kita telah memutuskan sesuatu yang baik bagi kita, maka kita pun tidak memerlukan suatu penengah kekuatan duniawi (arbitrator).
Kini, kita semakin haqul-yaqin, bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani adalah Imam Mahdi yang sejati – Kitabullah sudah menegaskan, bahwa Al-Masih Akhir Zaman akan berasal dari kalangan ummah [Islam]; maka apa haknya sesuatu badan legislatif suatu pemerintahan ingin menyamai dekrit Allah Taala, Hakim Yang Terbaik ? Sesungguhnya, berbagai macam penderitaan kita-lah yang akan sirna, tergantikan oleh kemenangan yang nyata. Kita tak peduli dengan berbagai fatwa mereka yang mubazir, yang hanya mejauhkan manusia dari jalan taqwa. Allah adalah sungguh Hakim Yang Maha Adil, yang berdasarkan keputusann-Nya, kita yakin dengan seyakin-yakinnya kepada segala amanat yang dibawa oleh Hadhrat Rasulullah Saw; yang akan terus berlangsung hingga hari kiamat.
Huzur bersabda, akhir-akhir ini MTA (Muslim Television Ahmadiyya) terus menerus menyiarkan seri tayangan perbincangan dengan Maulana Dost Muhammad Syahid Sahib, ahli sejarah Ahmadiyah, yang mengupas berbagai fakta dibalik Peristiwa 1974 di Pakistan. Senyatanya, mereka pihak lawan tidak memiliki dasar [untuk mengajukan keberatan terhadap Islam Ahmadiyah]. Mereka tidak dapat menjawab, dan selamanya tidak akan mampu.
InshaAllah, hanya Jemaat Ahmadiyah-lah yang senantiasa berjalan menapaki 'shiratal-mustaqim', yang akan menjadi saksi nyata perwujudan berbagai sifat Allah Swt, yang akan terus menyebar ke seluruh dunia. Amin !
transltByMMA/LA121207; Edited byMP.BudiR/MarkazJAI
Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.
Monday, November 26, 2007
Timbulnya Berbagai Musibah Bencana dan Kesusahan
Dari Sudut Pandang Kedatangan Imam Zaman
23 November 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Huzur menerangkan sebab akibat terjadinya berbagai bencana yang kini tengah melanda seluruh dunia, dari sudut pandang kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud / Imam Mahdi a.s.
Huzur bersabda, saat ini di seluruh dunia, baik di Barat maupun di Timur, ataupun di negara-negara maju maupun negara berkembang, semuanya tengah dilanda berbagai musibah. Sebagian mengkhawatirkan banyaknya gangguan di dalam negeri. Sebagian lagi mengalami ketakutan yang sangat akan ancaman terorisme internasional yang ditimbulkan oleh sikap politik ataupun yang mereka istilahkan berdasarkan agama – karena sesungguhnya tak ada satu pun agama yang sejati yang mengajarkan terrorism; khususnya lagi agama Islam. Sebab, di dalam Islam sangat diharamkan bagi seorang warganya untuk melakukan perbuatan makar. Namun, memang sangat disesalkan apabila ada pihak tertentu yang melakukan kekerasan atas nama agama.
Kemudian, banyak lagi negara yang tengah bergelut mengatasi berbagai bencana alam mereka. Pendek kata, setiap orang yang bersimpati kepada perikemanusiaan dan takut kepada Allah namun tidak berdaya, akan berkesimpulan, bahwa kini seolah tak ada lagi rasa tenteram hidup di dunia ini. Akan tetapi, pada situasi seperti sekarang ini, justru kaum Ahmadi-lah yang merasakan nikmat ketenteraman hati. Huzur bersabda, beliau banyak mendapat infomasi, baik dari dalam [Jemaat] maupun dari berbagai sumber lainnya, sebagian besar orang Ahmadi memprihatinkan situasi global maupun dalam negeri mereka saat ini. Sikap keprihatinan ini timbul sebagai dampak positif inqillabi-haqiqi keimanan mereka berkat ajaran Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Karena sesungguhnyalah salah satu tujuan kedatangan beliau adalah untuk menguatkan iman manusia sekaligus menunjukkan keberadaan Tuhan. Sebaliknya, keadaan manusia yang mengalami berbagai kecemasan ini dikarenakan mereka hanya mengandalkan berbagai hal kepada material-duniawi. Terputus hubungan mereka dengan Tuhan. Maka sabda beliau a.s., beliau adalah diutus untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan yang menciptakan mereka, dan juga untuk membatalkan kekerasan atas nama agama. Huzur bersabda, dua hal utama perintah di dalam Alqur'an adalah berkaitan dengan cinta kepada tauhid Ilahi dan sikap simpati kepada sesama manusia.
Huzur bersabda, kita beruntung sudah menerima kebenaran Imam Zaman, yang diutus untuk memperbaiki dunia yang kini tengah dilanda sikap mementingkan diri sendiri. Dia menunjukkan jalan untuk menghindari diri dari keburukan tersebut. Maka tugas setiap orang Ahmadi-lah untuk menunjukkan tauhid-Ilahi, menunjukkan hubungan pribadi mereka dengan Allah Swt, sekaligus bersimpati kepada sesama manusia. Huzur bersabda, sudah sejak lebih dari seratus tahun yang lalu Jemaat ini sudah berkhidmat, memperlihatkan hal itu semua dengan sebaik-baiknya.
Kita harus senantiasa berusaha dan menjelaskan kepada dunia, latar belakang sebab-musabab timbulnya berbagai bencana alam maupun gangguan keamanan yang kini tengah terjadi di sekeliling kita. Lakukanlah sesuai kemampuan yang ada. Melalui surat kabar ataupun media massa lainnya, serta berbagai cara yang lain. Sampaikanlah pesan tabligh, bahwa berbagai macam ketidak-nyamanan ini tidak akan berakhir, dan ketenteraman akan sulit didapat apabila pelecehan dan kekerasan terhadap seorang yang diutus Tuhan masih terus dilakukan. Badai taufan, berbagai musibah, bencana alam ataupun cuaca ekstrim akibat perubahan iklim global dlsb, akan terus mendera. Hendaklah direnungkan; sudah lebih dari seratus tahun yang lalu seseorang telah mengingatkan, jika manusia tidak peduli terhadap pesan Ilahi ini, maka Dia pun akan menujukkan [hukuman-Nya] melalui berbagai bencana alam. Beliau pun sudah mengingatkan akan adanya berbagai macam gempa bumi, yang tingkat dan macam penggenapannya sungguh menakjubkan selama periode seratus tahun belakangan ini.
Merujuk kepada badai taufan dan banjir di Bangladesh, Huzur bersabda, mereka mengatakan hal itu merupakan badai taufan terbesar selama 47 tahun terakhir ini, yang menyebabkan 600,000 orang telah kehilangan tempat tinggalnya. Ditambah dengan berbagai kerugian material lainnya. Namun dengan karunia Allah Swt, meskipun sejauh ini tidak ada kaum Ahmadi yang dilaporkan mengalami sesuatu kerugian yang fatal. Huzur bersabda, sejumlah pekerja sukarela dari Humanity First UK (Jemaat Inggris) dan [Jemaat] Canada sudah berangkat ke Bangladesh membawa berbagai bantuan yang diperlukan. Nyatalah, Jemaat [Ahmadiyah] senantiasa siap sedia menolong penderitaan orang lain di manapun berada, sebagaimana telah dilakukan di berbagai belahan dunia. Padahal, selama tak kurang dari 2 (dua) tahun terakhir ini kaum Ahmadi di Bangladesh mengalami penganiayaan berat. Massa yang awam dan kurang berpendidikan dipengaruhi sedemikian rupa untuk merusak harta benda milik kaum Ahmadi; Akan tetapi, Jemaat Ahmadiyah senantiasa siap memberi bantuan manakala diperlukan. Inilah yang membedakan Jemaat Imam Mahdi a.s. yang sejati, karena beliau sendiri telah menyampaikan, bahwa salah satu tugas beliau adalah untuk bersimpati kepada sesama manusia.
Selanjutnya Huzur menyinggung keadaan di negara Pakistan. Di sana, selama ini kaum Ahmadi dilarang mengucapkan Allahu Akbar; dilarang mengucapkan Shalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw. Mereka mengatakan amal shalih tersebut adalah perbuatan kriminal yang harus dikenai hukuman penjara selama beberapa tahun. Mereka tidak sadar, bahwa mereka tidak akan berhasil merampas kecintaan kepada Allah dan kepada Rasulullah Saw dari qalbu setiap orang Ahmadi.
Masih segar dalam ingatan ketika 2 (dua) tahun lalu gempa bumi kuat mengguncang wilayah Pakistan. Ratusan ribu orang menjadi korban. Namun, meskipun berbagai penganiayaan berat - yang didukung pemerintah Pakistan melalui pemberlakuan Undang-undangnya yang buruk - dilakukan terhadap kaum Ahmadi, Jemaat ini tetap memberikan bantuan dalam jumlah besar. Kita mendirikan sejumlah tenda bantuan darurat yang berlangsung selama beberapa bulan. Salah satu tenda bantuan kesehatan dicoba dibakar oleh mereka yang anti, agar ditutup. Namun kita tetap melanjutkan bantuan. Pasca gempa bumi kuat tersebut, sebagian besar masyarakat di sana masih mengalami gangguan psikologis. Maka Jemaat mendirikan pusat rehabilitasi khusus untuk pasien tersebut di Kashmir dengan biaya besar. Huzur bersabda, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. telah menanamkan sikap untuk mengkhidmati manusia dengan ikhlas di dalam diri kita. Menyoroti situasi terakhir di Pakistan, keletihan, akibat berbagai gangguan, pembunuhan dan kekacauan tengah berlangsung. Pihak pemerintah dan pegawainya saling menantang, kaum politisi berusaha menarik keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri. Pihak judikatif, dan penegak hukum pun demikian. Sebelum ini pun, ada pemerintahan dalam pemerintah di Islamabad. Kini, terjadilah pemberontakan di Sawat (suatu wilayah di Pakistan). Satu surat kabar melaporkan, kaum bersenjata tersebut dulunya membantu pemerintah, tetapi sekarang mereka berbalik melawan. Tak ada ancaman dari luar, tetapi jika tentara harus memerangi musuh dalam selimut, justru lebih berbahaya.
Huzur bersabda, pada tahun 1974 ketika pemerintah Pakistan menyatakan kaum Ahmadi sebagai non-Muslim mereka menuduh bahwa Rabwah dibangun untuk mendirikan pemerintahan sendiri. Tak sadarkah mereka kini: Adakah pemerintahan di Rabwah ? Ataukah contoh makar yang nyata di Sawat itu ? Kaum Ahmadi senantiasa menghormati hukum, bahkan meskipun tanah hak milik mereka dirampas pihak lain. Alih-alih melawannya dengan kekerasan, kaum Ahmadi menempuh jalur hukum. Akan tetapi, setelah berlangsung selama 30 (tiga puluh) tahun, Pengadilan Tinggi masih belum memberikan keputusan. Sementara itu, berbagai bangunan ilegal dibiarkan berdiri di atasnya. Ketika mereka diberi tahu masalah ini melanggar hukum dan pelecehan terhadap Pengadilan Tinggi, mereka menjawab, apa pedulimu. Ini tanggung jawab kami.
Huzur bersabda, karena situasinya demikian, hal terburuk yang dapat terjadi adalah merajalelanya korupsi di setiap departemen di negara tersebut. Ini dikarenakan iman mereka sudah memudar, dan peringatan akan adanya Hari Pengadilan (Yaumid-Din) dianggap cerita belaka. Jika direnungkan, semua kekacauan, musibah dan gangguan yang tengah dialami negara tersebut dikarenakan mereka telah menolak Imam Zaman.
Huzur bersabda, dalam situasi negara diberlakukan dalam keadaan darurat, Undang-undang dan Peraturan Negara dibatalkan. Namun, Undang-undang yang sangat buruk, yakni yang menyatakan kaum Ahmadi non-Muslim tetap dinyatakan berlaku. Huzur bersabda, ketakutan mereka terhadap pihak yang dapat menyebarkan terror atas nama agama melebihi rasa takut mereka kepada Tuhan.
Huzur menghimbau kita semua untuk mendoakan negara Pakistan dan kaum Ahmadi di Pakistan, agar jangan sampai dijadikan sasaran. Adalah tanggung jawab kita dengan berbagai cara untuk mengingatkan mereka, bahwa hal tersebut sama halnya dengan mencampuri Undang-undang Ilahi. Huzur bersabda, sebagian orang yang berpikiran waras mulai menyuarakan pendapat mereka, bahwa semua hal yang kini membahayakan situasi negara Pakistan adalah dikarenakan Allah Taala sudah murka. Namun agaknya masih kurang jelas bagi mereka, mengapa Tuhan murka terhadap mereka. Padahal sudah jelas dinyatakan, bahwa Allah Taala akan memperlihatkan tanda-tanda dukungan-Nya atas setiap pendakwaan beliau [Hadhrat Masih Mau'ud a.s.]. Perhatikanlah hal ini !
Mereka tidak hanya memberlakukan berbagai Undang-undang yang aniaya, bahkan membiarkan kaum Ahmadi disyahidkan hanya dikarenakan mereka orang Islam-Ahmadiyah. Meskipun satu atau dua pengadilan telah digelar untuk kasus kriminal ini, namun selama Undang-undang tersebut masih diberlakukan, maka setiap pemerintahan yang berdiri, akan berpartisipasi dalam keaniayaan ini.
Huzur bersabda, hubbul wathon minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu, kita sampaikan kepada pemerintah Pakistan dan bangsanya, bahwa jika mereka ingin menghindari hukuman Tuhan, berlakulah adil. Ambilah pelajaran dari situasi yang kini tengah terjadi di Afghanistan. Dulu, 2 (dua) orang Ahmadi terkemuka disyahidkan di negara tersebut – dan sudah dikhabar-gaibkan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bahwa di tempat dimana 2 (dua) orang tersebut disyahidkan, Allah Swt akan menjadikan bangsa-bangsa tersebut menjadi jamaah beliau. Kini, ada kaum Ahmadi di Afghanistan, meskipun tidak banyak, namun sudah menunjukkan kebenaran janji Ilahi tersebut. Peringatan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. kepada negeri Kabul telah sempurna, sehingga orang yang merenungkannya akan berkesimpulan, bahwa semua ini memang berasal dari Allah Swt.
Huzur bersabda, satu hal yang ingin beliau ingatkan kepada seluruh anak bangsa [Pakistan] ini adalah gunakanlah akal sehat. Dan jangan mendewakan manusia. Negara Pakistan didirikan dengan maksud untuk memberikan kebebasan kepada kaum Muslimin. Qaid Azam / Pemimpin Besar (Muhammad Ali Jinnah) telah membawa kaum Muslimin dari keaniayaan, dan memberi mereka negara yang di dalamnya ajaran Islam dapat dipraktekkan. Demikian pun berbagai agama lainnya. Kebebasan beragama dan hak-hak azasi setiap warga negaranya dijamin. Akan tetapi sayang, berbagai pemerintahan yang datang silih berganti telah ikut campur dalam urusan agama. Bertindak tidak adil. Dan tidak menegakkan amanat keadilan dalam pemerintahan mereka. Malah melakukan penganiayaan sedemikian rupa terhadap golongan yang beriman.
Huzur bersabda, kami kaum Ahmadi demikian cintanya kepada negara Pakistan. Dalam perjuangan merebut kemerdekaannya, kami banyak memberikan pengorbanan, demikian pun berbagai peperangan sesudahnya. Kini pun kita memberikan berbagai sumber daya yang kita miliki untuk membantu mereka, ketika dibutuhkan. Huzur bersabda, beliau berharap para Ahmadi Pakistani dimanapun mereka berada, senantiasa mencintai negaranya, yang untuk itu mereka mendoakan. Demikian besarnya jumlah orang Ahmadi di Pakistan, dan berkat doa-doa merekalah Pakistan terselamatkan. Sebaliknya, berbagai aksi mereka yang menamakan diri kaum patriot justru membawa [negara itu] ke jurang kehancuran.
Huzur kemudian mengomentari pernyataan seorang Anggota Parlemen Eropa, yang mengatakan agar jangan menghentikan bantuan untuk negara Pakistan karena akan berdampak buruk terhadap kaum miskin. Namun sebaliknya, sabda Huzur, seorang pemimpin di sana [ Benazir Bhutto] dan lainnya mengatakan, bantuan dari Uni Eropa harus dihentikan, agar rezim yang sedang memerintah mengalami tekanan. Nyatanya, berbagai pihak di Pakistan praktis telah mengundang pihak luar untuk ikut campur di dalam negeri mereka. Dan dengan bangga menyatakan, bahwa mereka telah dapat mengatasi masalah yang telah berlangsung selama 90 tahun.
Semoga Allah memberi karunia kepada negara ini. Bila pun ada beberapa pemimpin yang tidak berperasaan tidak dapat diperbaiki lagi, semoga Allah memberi negarawan yang baik, yang berkenan di hati; untuk itulah hendaknya setiap Ahmadi, khususnya Ahmadi Pakistani, baik yang tinggal di Pakistan maupun di luar negeri, agar mendokan hal ini.
Selanjutnya Huzur menyinggung situasi di Indonesia. Saat ini gerakan anti-Ahmadiyyah lainnya tampak merebak lagi. Di berbagai daerah, beberapa rumah dan masjid milik orang-orang Ahmadi diserang, dan orang-orangnya diancam. Beberapa instansi / departemen pemerintah tampak berdiri menyokong di belakang situasi tersebut untuk menciptakan kesan salah, bahwa negara menjadi tidak stabil dan membahayakan, sehingga dapat melapangkan jalan mereka untuk membuat pelarangan terhadap Jemaat Ahmadiyah. Akan tetapi Allah akan menggagalkan rencana buruk mereka. Mereka pikir mereka dapat menghabisi Jemaat dengan cara itu. Mereka sudah merencanakan dan mengupayakannya hal semacam itu sejak seratus tahun ini. Kalaulah Jemaat ini buatan manusia, tentu sudah habis sejak lama. Akan tetapi, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. telah dijanjikan oleh Allah Taala, bahwa Jemaat ini akan berhasil dan terus tumbuh berkembang. Oleh karena itu kita tidak khawatir bahwa mereka akan berhasil menghabisi Jemaat Ahmadiyyah, ataupun memasung perkembangannya di Indonesia. Dengan karunia Allah Taala, kaum Ahmadi Jamaat Indonesia dikenal baik semangat pengorbanannya; Bila pun ada satu dua orang yang menjadi lemah imannya, Allah Taala menggantinya dengan lebih banyak lagi orang-orang yang kuat keimanan dan keyakinannya.
Huzur bersabda, kita menyaksikan kebenaran wahyu yang diterima Hadhrat Masih Mau'ud a.s.: "Aku akan sampaikan tablighmu ke seluruh pelosok dunia"; yang penggenapannya senantiasa lebih mulia dan bertambah-tambah lagi pada setiap harinya. Kita tidak perlu mengkhawatirkan Jemaat. Yang perlu diprihatinkan adalah semoga Allah melindungi orang-orang Ahmadi dari segala keburukan. Huzur bersabda, kaum Ahmadi di seluruh dunia harus senantiasa ingat, agar jangan main hakim sendiri. Akan tetapi juga jangan sampai lekang mengkhidmati manusia karena berbagai penentangan terhadap mereka. Dan tidak pula mengendurkan upaya pertablighan Dai Ilallah.
Huzur bersabda, beberapa tahun yang lalu ketika gempa tsunami menyapu Indonesia, pada sat itu tengah terjadi gerakan anti-Ahmadiyah yang sengit. Namun, kita tetap membantu mereka, karena dengan karunia Allah Swt qalbu kita senantiasa dipenuhi rasa simpati terhadap penderitaan manusia. Adalah kewajiban kita untuk membantu mereka meskipun mereka akan berusaha menyengat kita kembali. Karena ganjaran pahala kita tidak tergantung kepada mereka. Hanya Allah-lah yang memberikan karunia-Nya. Tugas kita hanyalah menebar kebaikan demi untuk menarik keridhaan-Nya. Untuk itu, setiap Ahmadi hendaknya bekerja keras disertai dengan doa dan sabar istiqamah. Jangan merasa lelah karena penganiayaan, karena kewajiban harus tetap dilaksanakan.
Membacakan ayat 2 dan 154 Surah Al Baqarah, Huzur bersabda, ayat-ayat ini memerintahkan kita agar kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati (tawadhu); karena berbagai penganiayaan ini hanya cobaan, yang memerlukan kesabaran dan istiqamah agar dapat terus merambah maju bergerak. Menghadapi berbagai cobaan ini kita tidak perlu meminta bantuan kekuatan duniawi, melainkan hanya kepada Allah Swt saja. Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi keburukan. Pertolongan Ilahi segera datang dengan segala kebesarannya. Kemenangan nyata Jemaat ini adalah penggenapan kebenaran janji Ilahi, bahwa pada akhirnya Jemaat Ahmadiyah, Islam yang sejati inilah, yang akan unggul.
Membacakan ayat 48 Surah Ibrahim (14:48), Huzur bersabda, setiap Ahmadi hendaknya yakin, bahwa sesuai dengan janji Ilahi ini, pertolongan Allah senantiasa menyertai Jemaat yang dikasihi-Nya ini. Huzur mendoakan, semoga para penentang kita tidak menjadi mangsa hukuman Allah Swt – sebagaimana dikemukakan oleh ayat ini – disebabkan oleh kedunguan mereka. Semoga mereka menyadari peringatan Ilahi ini.
Huzur bersabda, boleh jadi mereka dapat menyusahkan kita untuk sementara waktu. Akan tetapi mereka sekali-kali tidak akan berhasil merampas ketenteraman hati dan ketenangan pikiran sebagai buah karunia keimanan kita. Kita senantiasa memohon bantuan Allah dan berdoa, "ihdinaa shiratal mustaqiim", tunjukilah kami jalan yang lurus. Tidak menunjukkan ketergesa-gesaan. Karena tugas kita-lah untuk memperlihatkan sikap sabar yang tinggi, sehingga kita menjadi pewaris berbagai karunia Allah Swt.
Setelah membacakan ikhtisar berbagai tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s., Huzur mengakhiri Khutbah dengan doa, semoga Allah memudahkan setiap diri kita untuk tetap melangkah di jalan ketakwaan, dan senantiasa memahami missi Ahmadiyyah, Islam yang sejati, sesuai dengan ajaran dan harapan Hadhrat Masih Mau'ud a.s..
transltByMMA/LA112507; Edited byMP.BudiR/MarkazJAI
Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.
Monday, November 19, 2007
Just for U to Share
Hak-hak Anak Yatim & Janda
Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba
16 November 2007, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK
Huzur membacakan 3 (tiga) ayat Alquran sebagai berikut:
"And they ask thee concerning the orphans. Say, 'Promotion of their welfare is an act of great goodness. And if you intermix with them, they are your brethren. And Allah knows him who seeks to make mischief apart from him who seeks to promote the welfare of the orphans. And if Allah had so willed, He would have put you to hardship. Surely, Allah is Mighty and Wise." 2:221
"And those of you who die and leave behind wives shall bequeath to their wives provision for a year without their being turned out. But if they themselves go out, then there shall be no blame upon you in regard to any proper thing which they do concerning themselves. And Allah is Mighty and Wise." 2:241
"And the divorced women shall wait concerning themselves for three courses; and it is not lawful for them that they conceal what Allah has created in their wombs, if they believe in Allah and the Last Day; and their husbands have the greater right to take them back during that period, provided they desire reconciliation. And they (the women) have rights similar to those (of men) over them in equity; but men have a degree of advantage above them. And Allah is Mighty and Wise." 2:229
Kemudian Huzur menerangkan hak-hak 3 (tiga) golongan masyarakat yang keadaannya sangat rentan, yakni, anak yatim, janda dan janda-cerai. Huzur bersabda, kaum mukminin diperintahkan kewajiban mereka terhadap 3 (tiga) golongan masyarakat ini. Harus dipastikan bahwa mereka tidak merasa terpinggirkan, atau menjadi peka. Untuk maksud itulah 3 (tiga) ayat Quran yang dirujuk ini selalu diakhiri dengan kata sifat-Nya Al Aziz (Yang Maha Gagah Perkasa) dan Al Hakim (Yang Maha Bijaksana). Hal ini untuk meyakinkan pihak yang lemah tersebut, yakni apabila mereka yang memiliki kekuasaan tidak bersikap adil terhadap mereka, masih ada Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana yang akan menangkap dan menghukum mereka. Dia adalah sumber segala kekuatan, yang akan menindak para pelampau batas.
Maka mereka yang mengakui kebenaran Alqur'an diingatkan, bahwa jika mereka mengabaikan perintah untuk menyantuni 3 (tiga) pihak yang lemah ini, padahal mereka mengaku beriman, akan dikenai hukuman. Oleh karena itu, mereka yang seharusnya dapat berperan dalam menciptakan keharmonisan sosial namun tidak mengacuhkannya, maka mereka bertanggung jawab jika timbul berbagai keonaran atau dampak negatif karenanya. Mereka yang terkait dengan tiga pihak yang lemah tersebut tetapi tidak menjalankan perintah ini, mereka diingatkan bahwa Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana senantiasa mengawasi segala sesuatu.
Ayat pertama dari ketiga ayat ini membicarakan masalah anak yatim. Alqur'an banyak memberi perintah yang berkenaan dengan menjaga hak-hak anak yatim, dan keharusan berbuat sabar terhadap mereka. Perlakukan mereka sebagai saudara, dan kewajiban untuk memelihara mereka, baik dari segi fisik, moral maupun rohaninya. Jika mereka sakit, penyantunnya harus merasakan penderitaan yang sama. Demikianlah Allah menghendaki agar anak-anak yatim diperlakukan sebagai saudara. Pertumbuhan mereka harus senantiasa diingat. Dan harus menjadikan mereka sebagai bagian anggota masyarakat yang dinamis. Islam mengajarkan agar memelihara mereka dengan kasih sayang, namun harus bertindak tegas bila memang diperlukan, demi untuk memperbaiki kesalahan mereka. Perlakukanlah mereka sebagaimana perlakuan terhadap saudara kandung.
Membacakan ayat 10 Surah Al Nisa (4:10) Huzur bersabda, peliharalah anak yatim, maka niscaya Allah pun akan melindungi dirimu dan anak keturunanmu dari segala penderitaan. Khususnya terhadap anak-anak yang orang tuanya mengorbankan jiwa raga demi agama; atau syuhada. Sehingga, anak keturunan para syuhada akan memiliki rasa bangga akan pengorbanan orang tuanya. Harus senantiasa diingatkan agar mereka merasa sebagai bagian dari Jemaat. Diperlakukan sebagai saudara. Ditumbuhkan kesadaran, bahwa Jemaat peduli dan memelihara mereka dengan nilai-nilai rohani yang baik.
Sebagian orang tua anak yatim ada yang meninggalkan harta benda. Maka pihak sanak-saudaranya diperintahkan agar jangan mencoba menguasai harta benda mereka.
Membacakan ayat 7 Surah Al Nisa (4:7) Huzur bersabda, kadangkala ada saudara mereka yang tidak menyerahkan harta benda mereka ketika mereka sudah dewasa. Allah Taala tidak menyukai hal ini. Memelihara anak yatim haruslah disertai dengan niat yang ikhlas. Artinya, harta benda hak anak yatim bisa digunakan untuk biaya memelihara mereka semata dengan sangat hati-hati; tidak boleh digunakan untuk keluarga si wali pemelihara. [Karena ada beberapa wali yang menggunakan harta benda hak milik anak yatim untuk kepentingan diri mereka]. Hal ini, manakala mereka sudah dewasa dan menyadari haknya, timbulah pertikaian antar keluarga, bahkan hingga sampai ke Pengadilan. Ada juga yang membawa persoalan mereka kepada Jemaat. Bahkan ada yang melaporkannya kepada Huzur. Sesunguhnyalah ayat Alquran pertama di atas menegaskan, bila Allah berkehendak, Dia dapat menyusahkan orang yang memelihara anak yatim seperti itu. Artinya, bila memang keadaannya mendesak, diperbolehkan menggunakan harta benda mereka hanya untuk kepentingan diri anak yatim itu saja. Tidak untuk keperluan pihak si wali pemelihara.
Karena sudah jelas dinyatakan di dalam ayat 11 Surah Al Nisa (4:11), barang siapa yang memakan harta benda milik anak yatim, sama halnya menelan bara api ke dalam perutnya.
Adalah sangat penting mendidik para anak yatim menjadi aktif, dan berperan penting dalam masyarakat. Maksud penekanan sifat Allah Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana di dalam ayat (2:221) adalah untuk menyadarkan, bahwa meskipun golongan yatim piatu tampak peka dan lemah, namun masyarakat hendaknya ingat akan Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana yang akan menolong mereka.
Ayat Alquran kedua yang telah dibacakan di awal Khutbah adalah Surah 2: ayat 241 yang mengemukakan golongan peka lainnya di dalam masyarakat, ialah para janda. Masyarakat di negara-negara berkembang umumnya tidak memperhatikan hak-hak pihak yang lemah ini. Bahkan golongan intelek pun memperlakukan mereka tidak adil. Kaum Muslimin dituntut untuk memenuhi hak-hak kaum wanita sebagaimana dinyatakan di dalam Alqur'an sejak 1,400 tahun yang lalu, pada mana masyarakat sekarang baru tersadarkan masalah ini. Merujuk kepada ayat (2:241) Huzur bersabda, sesungguhnya Islam memberi hak kepada para janda untuk mendiami rumah mendiang suaminya selama setahun bila ia menginginkannya. Ini adalah sebagai tambahan atas ketetapan periode waktu selama 4 (empat) bulan 10 (sepuluh) hari. Dasar pemikirannya adalah, janda tersebut harus diberi peluang waktu secukupnya bila seandainya rumah yang diwariskan almarhum suaminya itu ada hak orang lain juga di dalamnya. Maka orang tersebut haruslah menunggu dengan sabar selama setahun, setelah periode yang ditetapkan tersebut. Jangan berlaku kasar sedikitpun terhadap mereka. Namun, bila mereka mau meninggalkan rumah tersebut dengan ikhlas, persilakan. [Ia bebas untuk membuat keputusannya sendiri berdasarkan hukum ataupun syariat]. Inilah perintah Allah Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana, yang apabila tidak dilaksanakan akan mendapat hukuman. Petunjuk lainnya di dalam ayat ini ialah, apabila janda tersebut berkenan meninggalkan rumah warisan tersebut dikarenakan ia menikah lagi, hal itu afdhol, dan merupakan suatu keputusan yang baik. Pada sebagian masyarakat ada yang tidak menyukai bila seorang janda menikah lagi, meskipun hal ini baik. Huzur mengutip keprihatinan Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bahwa di sebagian masyarakat seperti di India, pernikahan kembali seorang janda dianggap dhoif dan mencoreng kehormatan keluarga. Padahal, di dalam ayat ini Allah Taala mengingatkan kita, asma-Nya yang lain adalah Al Aziz ( Yang Maha Gagah Perkasa); Dia adalah Pemilik Segala Kemuliaan; Dia menyatakan, seorang janda hendaknya menikah lagi; maka ini adalah peringatan bagi mereka yang bertentangan dengan perintah-Nya.
Ayat ketiga yang telah dibacakan, adalah mengenai janda-cerai. Pada kasus perceraian, Islam memerintahkan suatu masa iddah bagi seorang janda yang akan menikah lagi. Dimanapun di dalam Alqur'an telah dinyatakan, janganlah menghalang-halangi rencana pernikahan mereka bila mereka dapat membuat keputusan sendiri. Bila setelah bercerai seorang perempuan mendapati dirinya hamil, ia harus memberitahukan ex-suaminya. Dijaizkan bila pihak suami menunjukkan kasih sayangnya untuk rujuk kembali. Dan keluarga terdekat yang terkait diperintahkan agar jangan ikut campur untuk menghalang-halangi niat rujuk mereka. Huzur bersabda, ada keluarga dari pihak wanita yang berusaha menghalangi usaha rujuk mereka, yang bertentangan dengan kenginan si wanita itu. Beliau banyak menerima surat dari pihak wanita yang menyampaikan bahwa keluarganya (orang tua kedua-belah pihak) mendesak menghalang-halangi niat rujuk mereka dengan alasan keliru demi kehormatan keluarga besar, sehingga merusak perkawinan mereka. Huzur bersabda, ayat ini menyatakan wanita dan pria memiliki hak yang sama atas satu sama lain. Tali perkawinan yang didasari atas ikatan perjanjian satu sama lain hendaknya pihak suami maupun istri berusaha untuk memenuhinya. Adalah perintah syariat Islam yang merevolusi keadaan masyarakat dengan cara memberi hak yang sama kepada kaum wanita, yang tidak ada di dalam agama lainnya.
Huzur bersabda, pada zaman sekarang ini perceraian sudah menjadi kasus yang lumrah. Pihak pria hendaknya membuat berbagai keputusan setelah merenungkan dan memahami perintah yang terkait dengan perkara ini secara mendalam. Mendalami dan mengamalkan perintah ini dapat membuat tiap rumah tangga menjadi sakinah-mawaddah. Ayat ini pun mengemukakan dalam beberapa hal, pihak suami memiliki kelebihan atas pihak istri atas dasar kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai kepala rumah tangga; oleh karena itu pihak istri pun hendaknya menghormati aspek ini. Huzur bersabda, pria diciptakan sebagai penjaga atas wanita, dalam hal ini mereka memiliki tanggung jawab untuk memelihara rumah tangga mereka, sebagaimana diperintahkan oleh Allah Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana. Dia-lah yang menetapkan hak-hak kaum pria maupun wanita; dengan menyisipkan kalimat Dia-lah Yang Maha Gagah Perkasa dan Maha Bijaksana menjadi jelas, bahwa kesewenang-wenangan yang melampaui batas kewenangan pria atas kaum wanita, Allah Yang Maha Gagah Perkasa senantiasa mengawasi mereka. Mereka dihargai memiliki kelebihan ini karena ada tuntutan untuk memenuhi kewajiban mereka. Jika mereka melaksanakannya, barulah mereka memperoleh hikmah kebaikan dari Allah Yang Maha Bijaksana. Inilah perintah-Nya Yang Maha Gagah Perkasa, yang senantiasa menginginkan kebaikan, yang bila tidak dilaksanakan akan merusak kedamaian hidup masyarakat. Dan barang siapa yang melampaui batas akan menerima hukuman-Nya.
Huzur mendoakan semoga Allah memudahkan kita semua untuk memahami ajaran yang mulia ini.
Selanjutnya [pada Khutbah Kedua] Huzur menghimbau jamaah agar mendoakan negara Pakistan. Sudah jelas bagi semua, keadaan di sana, pihak pemerintah, politisi maupun kaum mullah mereka, semuanya tampak bergerak ke arah yang dapat merusak negara tersebut. Semoga Allah melindungi negara tersebut, karena Pakistan didirikan dengan berbagai banyak pengorbanan. Jemaat Ahmadiyah pun memberikan berbagai pengorbanan besar pada waktu pendiriannya. Maka termasuk hubbul wathon minal iman bagi semua Ahmadi atau Pakistani di seluruh dunia untuk mendoakan negara tersebut. Pakistan telah diarahkan ke jurang kehancuran. Semoga Allah menyadarkan mereka, bila mereka tetap tak sadar, semoga ada orang-orang yang benar-benar mencintai bangsanya tampil berkuasa, untuk menciptakan kedamaian.
transltByMMA/LA111707; Edited byMP.BudiR/MarkazJAI
Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.
Friday, January 19, 2007
Ktbh 19 Januari 07
Sifat Al-Rahman Allah Taala
(Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V, Atba
19 January, 2007 di Masjid Baitul Futuh, London, UK)
Huzur Atba menerangkan Sifat Al-Rahman (Maha Pemurah) Allah Swt pada Khutbah Jumah beliau kali ini. Mengingatkan kembali topik masalah ini yang telah beliau khutbahkan pada beberapa kali Jumah lalu, Huzur merujuk kepada ayat 12 Surah Yasin (36:12): "Innama tunjiru manittaba'adzikra wa hasiyarrahmaa bilghaib, fabassirhu bimaghfiratiwwa-ajrin kariim"; yang artinya:"…………………………………………………………………………………………….
yakni sifat Rahman yang mencakup Rahmaniyyat, senantiasa terwujud melalui berkat dan karunia Ilahi. Keuniversalan dan keberkatanNya melingkupi semua makhluk.
Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menjelaskan bahwa dikarenakan sifat Rahman-Nya inilah Allah memenuhi segala kebutuhan makhluk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Bahkan menyediakan segala kebutuhan untuk keberlangsungan kehidupan mereka.
Langit dan bumi telah diciptakan ribuan tahun lalu sebelum makhluk hidup diciptakan. Kemudian manusia menerima karunia sifat Rahmaniyyat-Nya yang terbesar, berupa segala sesuatu ditundukkan-Nya bagi kebutuhan mereka.
Maka dikarenakan karunia-Nya inilah – sebagai tanda rasa syukur – manusia hendaknya peduli dan dekat dengan Tuhan. Namun sangat disayangkan, pada kenyataannya sebagian besar manusia tidak menyadari akan hal ini. Mereka sudah demikian banyak menerima karunia Ilahi, namun tidak bersyukur.
Dikarenakan sifat Rahmaniyyat-Nya inilah Dia pun mengirimkan para Utusan-Nya, untuk menuntun umat manusia ke arah kebaikan dan mengingatkan mereka agar menjauhi keburukan. Tetapi kebanyakan manusia tidak berkehendak untuk memperbaiki dirinya. Sebaliknya, justru para Utusan-Nya inilah yang menderita karena ulah kaumnya itu. Dan tak ada Utusan-Nya yang demikian menderitanya selain Rasulullah Muhammad Saw. demi kebaikan seluruh umat manusia, sebagaimana tercantum di dalam Al-Quran Surah 18, ayat 7 dan Surah 26, ayat 4.
Huzur bersabda, adalah sangat penting bagi kemajuan rohani untuk senantiasa lekat dengan Tuhan Yang Maha Pemurah; inilah sebabnya mengapa ayat Alquran 36:12 ini diturunkan kepada Rasulullah Saw, "Engkau hanya akan berhasil memberi ingat kepada mereka yang berkehendak untuk mengikuti Sang Pemberi Ingat, dan hati mereka diliputi rasa takut kepada Tuhan. Maka, berilah khabar suka kepada meeka tentang pengampunan dan ganjaran pahala yang besar."
Bertabligh dan Bertablighlah Untuk Menyelamatkan Dunia
Allah Ar-Rahman senantiasa memberi semua jenis karunia-Nya bagi manusia ciptaan-Nya. Dia telah mengirimkan kesempurnaan ajaran-Nya (Islam) namun sekaligus dikatakan tiada paksaan di dalamnya. Jika keimanan anda sejati, meskipun hanya di dalam hati, maka anda pun akan diberkati dan akan memperoleh kedekatan lebih lanjut kepada Tuhan. Melalui Rasulullah Saw, kita dinasehati, bahwa salah satu cara untuk mensyukuri hal ini, adalah dengan bertabligh. Inilah cara untuk membuktikan kebenaran Rasulullah Saw dan abdinya yang sejati, ialah Hadhrat Masih Mau'ud a.s.; Maka tugas kita sekarang untuk menyampaikan pesan tabligh ini kepada orang lain; jangan pernah berkecil hati bila hasilnya minim. Yakinlah, kita akan memperolehnya seberapapun kecil jumlah mereka yang menerima. Hal ini akan mendatangkan Keridhaan-Nya kepada kita, dan juga bagi mereka.
Huzur menasehati, hendaknya kita pun mengadakan perubahan-perubahan suci di dalam diri kita terlebih dahulu, barulah kemudian bertabligh dengan niat suci semata-mata untuk mencari Keridhaan-Nya. Laksanakanlah apapun rintangannya. Satu-satunya cara untuk menyelematkan dunia dari kehancurannya adalah apabila mereka dapat memahami dan mengindahkan Allah Ar-Rahman. Jika tidak, maka berbagai bentuk bencana pun akan menimpa mereka. Tugas kewajiban kita hanyalah menyampaikan amanat-Nya, setelah itu serahkan kepada Allah, terserah kepada-Nya untuk menghidupkan mereka yang telah mati [rohaninya]. Sebagai orang Ahmadi, tugas menyampaikan risalah tabligh ini demikian wajibnya. Sampaikanlah kepada setiap orang disertai contoh baik perilaku diri kita, dan dengan menggunakan berbagai sumber daya yang ada.
Membacakan ayat 45 dan 46 Surah Maryam (19:45-46):"Yaa abati laata'budisysyaithaan, inna syaithaana kana lirrahmaani adziim" , yang artinya:"……………………………………………………………………; Huzur menerangkan dengan perumpamaan Hadhrat Ibrahim a.s. yang telah memperingati "ayahnya" agar melepaskan diri dari segala urusan syaithani, yang pada masa sekarang ini pun penyembahan berhala sedunia telah mewujud dalam segala bentuknya dan manusia telah tenggelam di dalamnya. Hampir tak ada seorang pun yang tertarik untuk bersyukur kepada Tuhan-nya Yang Maha Pemurah. Bahkan mereka yang mengaku sebagai kaum Muslimin pun memutuskan tali hubungan dengan Allah Ar-Rahman mereka, disebabkan mereka meniru-niru cara hidup kaum lain.
Gambaran keadaan "akhir zaman" sebagaimana tercantum di dalam Surah Al-Jummah (62:12): "Wa idza ro-awtijaratan awlahwa infaddu ilaiha wa tarakuuka qooimaa, qul maa-indallaahi khairumminallahwi wa minattijaarati, wallaahu khairurrazikiin" , yang artinya "………………". Nyatalah, zaman sekarang inilah yang dimaksud dengan akhir zaman itu. Huzur mengingatkan [agar jangan sampai terkecoh] oleh apa-apa yang tampaknya baik tidaklah sebaik yang diduga, sebab senyatanya mereka itu mengarahkan manusia kepada kerusakan.
Berantaslah Berhala Akhir Zaman Sekarang Ini
Menolak Imam Zaman saja sudah berarti tenggelam jauh ke dalam ajakan syaithan, dan mereka yang telah terjebak ke dalamnya tak dapat berhubungan dengan Allah Ar-Rahman. Dikarenakan, mengikuti jalan Syaithan sudah berarti menyembahnya.
Huzur bersabda, kita perlu bermawas-diri dan mengoreksi diri dengan seksama, jangan sampai berkata-kata atau berperilaku yang dapat mengundang ketidak-ridhaan Allah Taala. Membacakan sebuah Hadith Qudsi, Huzur menerangkan, bahwa Allah akan memelihara hubungan dengan mereka yang memelihara tali silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara mereka. Dan sebaliknya akan memutuskan hubungan-Nya bagi siapa yang memutuskan tali silaturahmi mereka. Hadith ini menggunakan istilah Rahim (kandungan) yang akar katanya berasal dari Rahman juga, yang artinya hubungan dekat.
Huzur bersabda, setiap hari kita perlu mawas diri terhadap kelemahan sekecil apapun, dan berusaha untuk meninggalkannya. Jika tidak, manusia yang tampaknya menyembah Tuhan namun kenyataannya tidak menyembah Tuhan Ar-Rahman, melainkan jatuh ke dalam jebakan syaithan. Perumpamaan dilestarikannya ayat-ayat Quran mengenai Hadhrat Ibrahim a.s. menasehati "ayahnya", berlaku terus hingga Akhir Zaman bagi umat manusia sekarang ini.
Sebagai akibat kejahilan massal inilah berbagai bencana menerpa dunia. Selain memiliki sifat Rahman, Allah pun sekaligus bersifat Al-Jabbar (Maha Penakluk) dan Al-Qahhar (Maha Kuasa) yang memberikan hukuman. Sifat Pemberi Hukuman-Nya ini menerpa apabila mekipun manusia sudah diberi karunia dan keridhaan-Nya namun mereka terus melakukan pelanggaran. Huzur menerangkan, sifat Rahmaniyyat Allah Taala ini tidak berarti menjadi batal dikarenakan [ada sifat Hukuman]-Nya. Sebab, akibat perbuatan jahiliyah manusia yang terus meneruslah sehingga mereka dihukum.
Huzur mengingatkan, inilah sebabnya kita harus senantiasa ber-Istighfar, sebab, sesuatu hukuman hanya akan menimpa mereka yang terus menerus melakukan pelanggaran. Al-Qur'an dipenuhi dengan ayat-ayat yang menerangkan bahwa perbuatan dosa dapat diampuni dengan cara taubatan-nasuha.
Huzur kemudian membacakan beberapa Hadith untuk lebih memperjelas topik masalah ini.
Huzur bersabda, kita perlu mengkomunikasikan kepada dunia, bahwa Kristen menolak Tuhan Yang Maha Pemurah, dan tidak memiliki konsep Tuhan yang benar dikarenakan mempercayai seorang anak manusia mengorbankan dirinya untuk menebus dosa umat manusia. Al-Qur'an menegaskan di dalam Surah Maryam ayat 89 – 94, bahwa menyandangkan seseorang anak manusia sebagai anak-Nya, demikian celakanya hingga niscaya langit dan bumi terguncang sebagai akibatnya. Maka di zaman puncak kemusyrikan sekarang inilah, Allah mengutus "Massiah Muhammadi" membatalkan konsep yang keliru ini.
Huzur bersabda, diutusnya Hadhrat Masih Mau'ud a.s. merupakan salah satu perwujudan dari sifat Ar-Rahman Allah Taala. Maka sebagai ungkapan rasa syukurnya, kita harus berupaya lebih keras lagi untuk menyampaikan pesan risalah tabligh ini ke seluruh dunia. Kita perlu melaksanakan tugas mulia ini dengan gigih sehingga berhak untuk lebih banyak lagi menerima Keridhaan-Nya. Semoga Allah mempermudah pekerjaan ini.
Selanjutnya Huzur bersabda, setelah beliau mengumumkan peran aktif Lajnah Imaillah Jerman [pada Jumah lalu] dalam hal pengumpulan dana pembangunan Masjid Jamaat Berlin, berbagai Badan Lajnah Imaillah lainnya pun menyatakan keinginan mereka untuk ikut berpartisipasi. Mereka mengutarakan hal ini mengingat semangat pengorbanan harta benda Lajnah Imaillah Qadian untuk pembangunan Masjid ini sejak beberapa puluh tahun lalu. Keluarga keturunan mereka di mana-mana menyatakan ingin menghidupkan kembali semangat pengorbanan harta generasi awal mereka, dan juga atas nama mereka sendiri. Huzur bersabda, beliau tidak akan mengumumkan sesuatu Gerakan [Pengumpulan Dana] yang khusus untuk keperluan ini, namun apabila berbagai Lajnah dan Nasirat/Banat lain ingin berpartispasi, dipersilakan; Lajnah Jemaat Jerman tidak akan berkeberatan karenanya. Huzur selanjutnya menyerukan doa untuk kelancaran dan keberhasilan pembangunan Masjid tersebut, mengingat adanya sikap kontra dari sekelompok masyarakat.
Friday, January 12, 2007
Khtbh 12 January 2007
Tahun Perjanjian Baru Waqfi-Jadid
Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba,
Baitul-Futuh Mosque, London-UK, 12 January, 2007
Kemudian beliau mengumumkan Tahun Perjanjian Baru Waqfi Jadid.
Huzur mengemukakan sejarah ringkas dimulainya gerakan Waqfi Jadid. Seruan gerakan pengorbanan ini dimulai pada tahun 1957 oleh Hadhrat Muslih Maud r.a., pada mulanya ditujukan khusus kepada para Ahmadi Pakistan, dengan dua tujuan khusus. Untuk itu beliau menunjuk Hadhrat Mian Tahir Ahmad rh.a. (yang kemudian menjadi Khalifatul Masih IV) sebagai anggota pengurusnya. Yang pertama dan utama adalah Penggemblengan Akhlak dan Penggiatan Tabligh di berbagai Jemaat pedusunan Pakistan. Kedua, Pertablighan ke masyarakat Hindu di Provinsi Sind, Pakistan. Pada awal-awal menjalani tugas tersebut, beliau rh.a mendapati, bahwa kesadaran beragama di lingkungan masyarakat pedusunan mengalami kemunduran. Maka beliau pun mengambil prakarsa Penyuluhan Akhlak/Tarbiyat dengan cara menempatkan para Mualim. Tugas pekerjaan ini sungguh berat, yang hanya bisa diatasi dengan pengorbanan yang besar.
Masyarakat Hindu di pedusunan Provinsi Sind yang mengalami kemiskinan, dipecundangi dan diexploitasi oleh para tuan tanah Muslim. Melihat hal ini, para missionaries Kristen pun memberikan bantuan dana, dan mempengaruhi mereka untuk masuk Kristen. Maka Gerakan Waqfi Jadid berusaha membendungnya; yang merupakan salah satu tugas pekerjaan besar mereka, Sehingga banyak masyarakat Hindu yang akhirnya tertarik untuk masuk Islam Ahmadiyah. Tugas pekerjaan ini masih terus berlangsung hingga sekarang. Pada awalnya Jamaat yang khas semacam ini didirikan di [desa] Thar, kemudian di sekitarnya. Banyak di antara anggota beberapa Jemaat ini yang akhirnya tertarik untuk mengkhidmatkan diri mereka ke dalam tugas mulia ini sebagai Waqaf Diri (Waqfi-Zindigi). Huzur sangat terkesan akan keikhlasan mereka yang istimewa manakala mereka hadir di dalam Jalsah Salanah Rabwah.
Mengenai para Mualimin yang ditugaskan ke sana, Huzur ingat, mereka membawa persediaan obat-obatan [Homeopathy] untuk keperluan mereka dan juga bagi masyarakat yang memerlukannya. Akan tetapi kini, sudah tersedia Klinik Berjalan dan Kunjungan Dokter Berkala. Para Ahmadi Pakistan memberikan kontribusi pengorbanan yang besar untuk Gerakan Penggemblengan Akhlak dan Menggiatkan Pertablighan ini. Namun sekarang, tugas Badan Wafi Jadi telah diperluas sedemikian rupa.
Pada waktu itu, Huzur [yakni Hadhrat Mian Tahir Ahmad rh.a./Khalifatul Masih IV] menyerukan para tuan tanah Ahmadi di Provinsi Sind agar bersikap lebih lunak terhadap masyarakat Hindu yang miskin. Sehingga, banyak di antara mereka yang akhirnya tertarik untuk menjadi Muslim Ahmadi. Bahkan banyak di antara mereka yang bersedia meninggalkan ladang dan pemukiman mereka, pindah ke tempat yang tersedia fasilitas airnya untuk menata kehidupan yang lebih baik. Huzur bersabda, kita harus mampu menarik hati mereka dengan cinta kasih dan tali persaudaraan.
Beri Contoh &Ajak Mubayin Baru
Pada tahun 1985, Gerakan [Waqfi Jadidi] ini pun akhirnya dibuka untuk seluruh dunia oleh Hadhrat Khalifatul Masih IV rh.a.. Huzur mengarahkan secara khusus sejarah ringkas ini terutama bagi generasi muda Ahmadi dan para mubayin baru. Jemaat Pakistan telah berhasil ber-swadana untuk Gerakan ini. Namun, karena sejak tahun 1985 telah diperluas untuk seluruh dunia, maka setiap Ahmadi di manapun anda berada – khususnya di berbagai Negara Barat - dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan pengorbanan ini. Sehingga Badan Waqfi-Jadid pun leluasa berkhidmat di India, mengingat Hadhrat Khalifatul Masih IV rh.a. sangat prihatin terhadap merebaknya gerakan anti-Ahmadiyah di India pada waktu itu. Maka beliaupun memutuskan untuk mengatasinya dengan gerakan Waqfi-Jadid ini.
Huzur bersabda, sebagaimana diketahui, perkembangan Jemaat ini sangat pesat, maka keperluannya pun semakin meningkat. Dan dengan Karunia Allah Taala, banyak para anggota Jemaat yang diberi kemajuan. Oleh karena itu, hendaklah senantiasa diingat pentingnya memberikan pengorbanan harta benda, sehingga anda pun dapat ikut membantu berbagai Jamaat yang lemah. Jamaat di India maupun di Afrika memang telah berusaha, namun mereka memerlukan bantuan berbagai Jamaat di Negara-negara yang kuat ekonominya.
Mengacu kepada ayat Quran yang telah dibacakan pada awal khutbah, Huzur bersabda, Allah Taala telah menjanjikan bagi mereka yang membelanjakan harta fi sabilillah dengan ikhlas, maka mereka tidak pernah khawatir akan menjadi miskin. Sebaliknya, dinyatakan di dalam Al-Qur'an ganjaran pahala bagi mereka adalah 700 kali lipat, bahkan lebih. Dan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. telah bersabda, bahwa pengorbanan harta benda akan memperkokoh keimanan anda. Adalah menjadi syarat, bahwa kita setiap orang Ahmadi memerlukan kecintaan Hadhrat Masih Mau'ud a.s..dengan cara memberi contoh pengorbanan harta, dan melatih para Mubayyin Baru untuk ikut serta.
Huzur bersabda, pada saat ini sedemikian banyaknya jumlah orang-yang perlu mendapatkan pendidikan Tarbiyat dengan skala yang demikian besar, dan memerlukan biaya besar. Jemaat sudah berusaha menggunakan dana anggaran yang ada dengan se-efisien mungkin. Sebagian besar anggota Jemaat kita berasal dari kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, setiap tingkatan Pengurus hendaknya selalu ingat, bahwa penggunaan dana Jemaat didasarkan untuk menarik Keridhaan Allah Swt dan untuk menolong makhluk ciptaan-Nya. Bila kaidah ini senantiasa dipegang, maka khazanah harta benda kita niscaya diberkati Allah Taala.
Urutan Ranking Sedunia, Jemaat Indonesia No.7
Ada juga segelintir anggota yang berpikir tidak usah memberikan pengorbanan harta benda untuk Jemaat, tokh Jemaat pun tetap akan maju. Padahal, kemajuan Jemaat tidak tergantung kepada pengkritik maupun penentang. Huzur bersabda, gerakan penggalangan dana untuk melaksanakan kegiatan akan selalu memerlukan pengorbanan harta. Bila sumber dana sudah jelas digunakan untuk memperkokoh keimanan, dan Allah telah menjamin ganjaran pahalanya, maka orang yang telah mengorbankan hartanya tidak akan pernah merasa takut ataupun khawatir. Sebab, mana lagi yang lebih baik dari ganjaran ini ? Dan bila pun dianggap ada kegagalan penggunaannya, orang yang telah berkorban telah mendapatkan ganjaran pahalanya dari Allah Taala. Maka, kalau memang ada seorang Ahmadi yang merasa ragu-ragu akan hal ini, silakan keluar.
Menasehati [proyek kegiatan] Jama'at India, Huzur bersabda, meskipun mereka sudah dibantu dengan dana bantuan keuangan, namun tetap masih ada celah untuk meningkatkan Pendidikan Tarbiyatnya dan Menggiatkan Pertablighan. Untuk itu perlu pendekatan dengan semangat dan inovasi baru. Berbagai pemikiran perlu diterapkan mengingat ada peningkatan sebanyak 4.000 orang pejanji Waqfi-Jadid untuk tahun ini. Dan ada peningkatan dalam pembayaran per-orangnya. Namun, diperlukan perhatian mendalam untuk Jemaat India mengingat mereka hanya berpartisipai sejumlah 3% dari anggaran keperluannya, sedangkan 97% sisanya dibantu oleh Jemaat dari berbagai Negara. Huzur bersabda, beliau menyajikan data-data ini semata-mata agar Jama'at India memperhatikan masalah ini.
Huzur bersabda, sejak dicanangkan untuk seluruh dunia [1985], gerakan Waqfi-Jadid ini dapat memenuhi kebutuhan Jemaat India. Sedangkan kebutuhan Jemaat Afrika akan dapat dipenuhi dengan cara lain. Jemaat-jemaat di berbagai Negara maju hendaknya ingat, bahwa bantuan mereka diperlukan oleh Jama'at India dan Afrika. Seringkali juga diizinkan untuk menggalang dana untuk berbagai keperluan project lainnya. Huzur bersabda, meskipun keadaan Jemaat Pakistan memburuk, namun pengorbanan harta benda mereka meningkat. Agaknya mereka disadarkan dengan adanya berbagai tantangan tersebut, untuk memberikan pengorbanan harta lebih banyak. Di berbagai Jemat lainnya pun demikian; manakala ada berbagai ujian, pengorbanan harta mereka pun meningkat. Oleh karena itu Jemaat di berbagai Negara lain jangan berdiam diri, menunggu musibah sebelum meningkatkan pengorbanan.
Kurangi Belanja Konsumtif, Perbesar Pengorbanan
Membahas pengorbanan Jemaat para peserta Waqfi-Jadid, Huzur memulai dengan Jemaat Canada. Sebagian besar Jemaat Canada berasal dari Pakistan yang akarnya dari India, sehingga Jemaat India merasa lebih berhak atas mereka. Huzur bersabda, pembayaran peorang mereka masih perlu ditingkatkan lagi. Kedua, Jama'at Jerman dengan pembayaran per-orang 15 Euro; meskipun jumlah pesertanya meningkat, namun pembayaran per-orangnya masih belum cukup. Jemaat Amerika Serikat $37 per-orang, masih perlu ditingkatkan lagi. Jemaat Inggris £34 perorang, yang artinya £2.75 perbulan. Padahal, uang jajan untuk anak-anak mereka lebih dari itu. Jika dibagi perwilayah, yang terbesar adalah berasal dari Jemaat Scotland, disusul oleh Jemaat Southwest, dan yang terkecil adalah Jemaat South Region. Dan lagi-lagi, di antara seluruh Jemaat Inggrris, Jemaat London Mosque (Al-Fazl, tempat Huzur bermukim) nomor satu dalam pembayaran perkapitanya. Disusul kemudian oleh Jemaat Worcester Park.
Huzur bersabda, memang "tiada seorang pun yang akan dibebani diluar kemampuannya", dan harus memperhatikan keperluan keluarga. Namun, hendaknya keperluan keluarga pun jangan berlebihan dan terlalu konsumtif. Anak-anak hendaknya dilatih sejak dini untuk memberikan pengorbanan dari uang sakunya sendiri, sehingga hal ini akan menjadi kebiasaan mereka di masa yang akan datang.
Huzur bersabda, beliau telah mengamati beberapa keluarga Ahmadi di berbagai Negara Barat, seringkali membawa anak-anak mereka makan di restoran Burger dan semacamnya. Padahal, bila saja mereka dapat menguranginya dua kali dalam sebulan, mereka dapat menghemat, dan memberikan pengorbanan kepada gerakan Waqfi-Jadid, maka niscaya akan dapat meningkat 20% hingga 30%.
Huzur bersabda, beliau akan menyerukan berbagai Jama'at di Negara-negara Barat agar menyertakan anak-anak mereka dalam pengorbanan Waqfi- Jadid. Hal ini sama sekali tidak akan membebani. Latihlah mereka untuk menabung seberapa saja; lalu bayarkanlah untuk Waqfi-Jadid, maka kebutuhan dana untuk India dan Afrika pun niscaya dapat dipenuhi. Setelah menyajikan data-data Waqfi-Jadid tahun 2006, Huzur bersabda, jumlah keseluruhan pengorbanan yang diterima adalah £ 2,225,000 (Dua Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Poundsterling). Jemaat Pakistan ranking pertama, Kedua Jemaat Amerika Serikat, kemudian Jemaat Inggris.
Huzur bersabda, meskipun terjadi kemerosotan nilai tukar uang di mana-mana, Jemaat Pakistan berhasil menempatkan diri di ranking Pertama. Meskipun nilai tukar uang Rupees merosot terhadap dollar Amerika, tetapi tingginya semangat pengorbanan si lemah justru yang menjadi juara. Semoga Jemaat Pakistan dapat terus menjaga semangat pengorbanan ini selamanya.
Perbanyak Berkorban=Bekal Di Masa Datang
Huzur bersabda, setiap Ahmadi hendaknya jangan pernah khawatir untuk mengorbankan harta. Dan jangan pernah merasa lelah setelah memberi satu pos pengorbanan lalu memberi lagi untuk satu pos pengorbanan lainnya. Pikiran bahwa cukuplah memberi satu jenis pengorbanan saja, janganlah pernah timbul. Karena ganjaran pahala yang niscaya akan anda dapati di Hari Kemudian, hanyalah yang berasal dari apapun yang anda belanjakan di jalan Allah.
Huzur bersabda, sekarang ini banyak perhatian dicurahkan untuk membangun masjid di Jemaat seluruh dunia. Namun, perhatian terhadap satu gerakan pengorbanan jangan menjadi halangan untuk terus membangun masjid-masjid. Jemat Inggris merencanakan membangun 5 (lima) masjid dalam setahun. Tugas pekerjaan ini hendaknya dapat dilaksanakan bersamaan dengan pengorbanan lainnya. Karena fungsi masjid sangat bermanfaat untuk pendidikan tarbiyat.
Mengingatkan kembali kunjungan kerja beliau ke Eropa baru-baru ini, Huzur bersabda, tujuan utamanya adalah untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Agung [Jemaat] di Berlin, Jerman. Ada satu kelompok masyarakat yang menentang [pembangunan Masjid tersebut]. Namun, tepat pada hari acara dilaksanakan, betapa Allah Taala telah memberikan bantuan-Nya, berupa ada lagi satu kelompok masyarakat setempat lainnya yang justru mendukung Jemaat. Mereka menentang kelompok para penentang itu untuk melaksanakan protesnya. Sebagaimana telah disampaikan pada Khutbah Jumah yang baru lalu, pembangunan masjid agung di Berlin, Jerman, adalah merupakan dambaan Hadhrat Muslih Maud r.a.; yang anda akan cengang betapa beliau telah menyiapkan berbagai perencanaannya. Kini, meskipun harga tanah di lokasi tersebut sangat mahal, namun kita berhasil mendapatkannya dengan luas 1 (satu) acre.(=4.047 meter persegi). Untuk sementara, masjid tersebut nantinya akan dapat menampung 500 orang jamaah. Namun InshaAllah dapat diperluas lagi di masa yang akan datang.
Sebagaimana dulu sejarah penggalangan dananya telah diupayakan, kini pun kaum Lajnah (Jemaat Jerman) yang berperan menggalang dana pembangunan masjid tersebut. Huzur mendoakan, semoga Allah memudahkan mereka yang berjanji untuk melunasinya. Masjid Agung [Jemaat] Berlin ini diberi nama "al-Khadija", untuk mengingat wanita shalih pertama yang baiat kepada kenabian Muhammad Rasulullah Saw.; bahkan kemudian membelanjakan seluruh harta bendanya untuk menyukseskan risalah Beliau Saw.
Huzur pun mendoakan semoga kaum wanita yang memberikan pengorbanan hartanya dengan baik, juga memiliki derajat akhlak yang tinggi; dan memakmurkan masjid; serta menyiarkan Tauhid Ilahi ke seluruh dunia; memenuhi maksud dan tujuan kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Semoga Allah Taala mempercepat hari itu, ketika kita akan menyaksikan dunia berada di bawah naungan bendera kebenaran Hadhrat Muhammad Rasulullah Saw.; Menyembah Allah Yang Maha Tunggal.
transltByMAS/LA011407
editedByMlmBudiRahman/Bdg011507